DPRD Kota Batu Minta Pemkot Batu Agar Segera Lakukan Perombakan Pasar Besar

Aktivitas pedagang di unit buah Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Aktivitas pedagang di unit buah Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

 Di bawah kepemimpian Wali Kota Batu lima tahun mendatang, DPRD Kota Batu tidak menginginkan pembangunan gedung. Namun pembangunan yang bersifat kepentingan masyarakat seperti Pasar Besar Kota Batu harus segera dilakukan.

“Lima tahun ke depan tidak perlu membangun fasilitas yang wah, seperti membuat gedung. Ditingkatkan kebutuhan dasar masyarakat untuk pembangunan,” kata Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo, Kamis (5/7/2018).

Segala hal yang menyangkut dengan sarana kegiatan ekonomi untuk masyarakat merupakan poin utama segera dilakukan Pemkot Batu. Sebab pasar adalah sarana ekonomi masyarakat.

Diketahui untuk merombak pembangunan Pasar Besar Kota Batu ini rencananya Pemkot Batu akan meminta anggaran dari pemerintah pusat. Karena itu, tentunya proses tidaklah mudah. Sehingga pihaknya meminta agar Pemkot Batu segera melakukan rencana itu.

“Kalau mau meminta anggaran dari Pemerintah Pusat segera dilakukan, supaya pembangunan pasar itu segera terealisasi karena agar ekonomi masyarakat naik,” ungkapnya.

Alasan Pemkot Batu akan meminta anggaran kepada Kementerian Perdagangan, karena untuk pembangunan pasar besar itu tidaklah sedikit. Diperkirakan kurang lebih anggaran yang harus digelontorkan mencapai Rp 90 miliar.

Saat ini bangunan Pasar Besar Kota Batu berdiri di atas lahan 2,5 hektare. Sedangkan sisanya, 2 hektare, terbagi untuk lahan parkiran dan sebagainya.

Rencananya dalam master plan, pembangunan bangunan menjadi satu hektare. Sisanya 3,5 hektare bisa digunakan untuk rest area dengan fasilitas 30 kamar mandi dilengkapi musala dan air hangat. 

Bukan hanya itu, rencananya pasar baru akan dilengkapi dengan pusat klinik serta kuliner pagi, siang hingga malam hari. Bahkan Pasar Besar Kota Batu akan dibangun dengan model semimodern.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->