DPRD Kota Batu Tak Setuju Proyek Kereta Gantung Dianggarkan di APBD

Ilustrasi Kereta Gantung (Riaumandiri.co)
Ilustrasi Kereta Gantung (Riaumandiri.co)

BATUTIMES – Proyek pembangunan kereta gantung memang membutuhkan anggaran yang cukup besar. Namun DPRD Kota Batu tidak setuju bila harus dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Anggaran untuk kereta gantung disangga dengan APBD, no (tidak). Karena ini memerlukan anggaran yang wahhh, ini bisa mendekati Rp 1 triliun anggarannya,” ungkap Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo.

Untuk mewujudkan program ini DPRD Kota Batu hanya menhendaki pembiayaan dari investor. Oleh karena itu,  program yang menunjang pariwisata di Kota Batu hingga saat ini masih belum terlihat progresnya.

“Dibutuhkan kerjasama investasi campur tangan pihak ke tiga,” katanya, Jumat (6/7/2018).

Hadirnya investor sangat dibutuhkan untuk mendanai proyek tersebut. Selain investor, rupanya Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko merencanakan bakal menjual saham kepada masyarakat Kota Batu. 

Sebab proyek ini berada di Kota Batu, ia menginginkan warga sendiri setidaknya ikut berinvestasi. Tetapi jika tidak memungkinkan, saham juga bakal dijual kepada masyarakat luas atau luar Kota Batu.

"Tentunya kita sangat membutuhkan investor, atau menjual saham kepada masyarakat Kota Batu, dan masyarakat di luar sana," ujar Dewanti Rumpoko.

Diketahui keinginan pembangunan kereta gantung itu sudah menjadi angan-angan sejak kepemimpinan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Saat itu pembahasan sudah masuk pada penentuan rute yang akan dilintasi.

Meski demikian, Wali Kota Dewanti tetap optimis jika proyek kereta gantung untuk kajian terkait rutenya bisa segera terselesaikan di tahun 2018 ini. Sebab dengan hadirnya kereta gantung ini akan mampu mendatangkan wisatawan yang luar biasa dari berbagai daerah.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->