400 Kambing Etawa dan Senduro Adu Ketampanan di Pra Event Piala Presiden Eco Green Park

Salah satu kambing yang akan dinilai oleh dewan juri di atas panggung Eco Green Park, Minggu (8/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu kambing yang akan dinilai oleh dewan juri di atas panggung Eco Green Park, Minggu (8/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Sejumlah 400 kambing peranakan senduro dan etawa adu ketampanan di Eco Green Park, Minggu (8/7/2018). Mereka bertanding dalam Mega-Contest Kambing Peternakan Etawa dan Senduro tingkat nasioal atau pra event Piala Presiden. 

Dari sejumlah 400 kambing yang dilombakan itu pesertanya ada 250 peternak dari berbagai daerah di setiap kota dan kabupaten di Jawa Timur. Ada juga dari daerah Jawa Tengah seperti Kendal, Boyolali dan sebagainya.

“Dari Jawa Barat juga ada, namun kebanyakan dari daerah Lumajang karena basis kambing senduro itu di sana,” kata Operational Manager Eco Green Park, Anggun Dwi C.S.

Untuk menjadi pemenang, ada beragam kriteria yang dilombakan. Antara lain untuk kontes kambing peranakan etawa untuk kategori junior, kelas E betina dimulai dari usia 0 hingga tiga bulan dengan standart tinggi badan maksimal 60 centimeter. Sedangkan pejantan tinggi maksimal 65 centimeter.

Lalu kelas D betina dimulai dari usia 3 bulan hingga 7 bulan dengan standart tinggi badan maksimal 70 centimeter. Dan pejantan 80 centimeter. 

Selain itu ada juga kelas intermediet (pertumbuhan) merupakan kelas untuk peserta kambing seni keindahan dalam masa pertumbuhan terutama di kelas intermediet B baik jantan dan betina. 

Kelas Junior, kelas untuk peserta kambing terkait dengan seni keindahan yang sudah dewasa terutama di kelas senior jantan dan betina serta di kelas ekstrim (timbang bobot). Untuk kelas betina A usianya kurang lebih harus 24 bulan ke atas dengan gigi poel 3 pasang ke atas.

Kelas Ekstrim ini biasanya peserta kambing yang dipertandingkan untuk kelas senior dengan kondisi sehat dan tidak cacat. “Menitik beratkan pada berat badan saja,” ungkapnya

Sedangkan penilaian lainnya juga dilihat dari kepala, telinga, postur tubuh, leher atau glambir, perpaduan warna bulu, rambut, kaki. Lainnya ekor, rewos atau jimbrak, ambing atau testis, tanduk, dan keserasian atau keluwesannya.

“Pada intinya penilaian mengenai standart seninya, kesehatan, perawatan, dan standart pertumbuhan serta reproduksi,” jelas Anggun. 

Ia menjelaskan bahwa kontes kambing yang baru pertama digelar ini merupakan even pertama kalinya di Eco Green Park yang merupakan bagian seni budaya kambing, diperuntukkan untuk para peternak.

“Untuk mempermudah para peternak dalam mempersiapkan kambingnya yang akan diikutkan dalam kontes,” ujarnya

Menurutnya ajang ini juga menjadi tempat silaturahmi dan halalbihalal peternak kambing dan domba Nusantara. Juga memberikan kesempatan bagi mereka yang selama ini memiliki hobi dan merawat kambing etawa dan sebagainya.

Sehingga tidak hanya sekadar merawat, tetapi juga bisa menghasilkan prestasi. “Yang diharapkan mempermudah peternak dalam melakukan evaluasi kambingnya sehingga memperoleh kambing berkualitas layak bibit dan kualitas kontes,” harap alumnus SMPN 3 Kota Batu ini.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->