Eco Green Park Jadi Tuan Rumah Mega-Contest Kambing Etawa Piala Presiden

Salah satu kambing peranakan senduro yang dilombakan dalam Mega-Contest Kambing Peternakan Etawa dan Senduro di Eco Green Park, Minggu (8/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu kambing peranakan senduro yang dilombakan dalam Mega-Contest Kambing Peternakan Etawa dan Senduro di Eco Green Park, Minggu (8/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Jika tahun sebelumnya kontes kambing yang memperebutkan piala presiden digelar di Cibubur. Rencananya tahun 2018, Eco Green Park bakal menjadi tuan kontes kambing.

“Mega-Contest Kambing Peternakan Etawa dan Senduro pra event piala presiden ini cukup sukses. Rencananya piala presiden ini juga bakal digelar di sini (Eco Green Park),” ungkap Operation Manager Eco Green Park, Anggun Dwi C. S.

Ajang piala presiden ini sudah menjadi event tahunan bagi Himpunan Peternakan Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) tuan rumah pada tahun ini adalah Jawa Timur. Namun Eco Green Park mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumahnya. “Kalau sebelumnya event kontes kambing di Cibubur, untuk tahun ini tuan rumah Jawa Timur dan yang punya kesempatan adalah Eco Green Park,” imbuhnya.

Melihat kontes kambing pertama di Eco Green Park yang digelar pada 7-8 Juli 2018 ini mendapatkan sambutan cukup antusias dari para peternak. Pada pra event ini ada 250 peternak dengan 400 ekor kambing yang mengikuti kontes tersebut.

“Meskipun ini kontes pertama di sini (Eco Green Park) yang ikut cukup banyak, antusiasnya tinggi. Sehingga nantinya piala presiden bakal digelar di sini lagi,” ujar Anggun.

Rencananya Piala Presiden ini bakal digelar pada bulan November mendatang. Selain itu diperkirakan Presiden Indonesia Joko Widodo juga bakal datang untuk menyaksikan even tersebut.

“Ya diperkirakan pak Jokowi bakal datang dalam even ini. Karena memang ini memperebutkan piala presiden,” tutupnya. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : debyawan erlansyah
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->