Food Court Alun-Alun Kota Batu Sudah Ditata, Akankah Dimanfaatkan PKL?

Fasilitas meja dan kursi sudah mulai ditata di dalam Food Court. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Fasilitas meja dan kursi sudah mulai ditata di dalam Food Court. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Kondisi food court di area Alun-Alun Kota Batu tidak seperti biasanya. Ada beberapa meja dan kursi baru terbuat dari kayu dan besi yang sudah tertata dengan apik. Ada juga beberapa sofa yang masih terbungkus plastik.

Lalu, juga ada beberapa lukisan yang tertempel pada dinding. Sedangkan jalan masuk menunu food court ini diberi pembatas agar masyarakat tidak bisa masuk. 

Apakah food court itu akan segera dimanfaatkan untuk PKL (pedagang kaki lima)? Penjabat Sekretaris Daerah Kota Batu Edy Murtono mengatakan, sebagai pengelola aset, pihaknya masih dalam tahap perencanaan untuk mengonsep PKL Kota Batu. “Masih daam perencanaan. Masih kami rundingkan nantinya konsepnya seperti apa,” ungkap dia.

Edy menambahkan, pihaknya saat ini masih menunggu kajian karena kewenangan pemanfaatan food court itu ada di Dinas Koperasi Unit Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu. “Saat ini masih dirundingkan terkait penataan yang baik. Bagaimana pihak PKL memahami untuk kepentingan bersama,” imbuhnya.

Menurut Edy, Alun-Alun Kota Batu merupakan kawasan bebas rokok dan bebas PKL. Karena itu, perlu adanya kesadaran ketertiban PKL yang ada di Alun-Alun Kota Batu.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Diskumdag Kota Batu Endang Triningsih mengaku tidak mengetahui perkembangan food court saat ini. Malah dia mengatakan saat ini kewenangan food court ada pada sekda Kota Batu sebagai pengelola aset. 

“Kewenangan yang memanfaatkan itu adalah sekda Kota Batu. Dia yang berhak mengelola kecuali kalau memang sudah diserahkan kepada kami,” ujar Endang. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : debyawan erlansyah
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->