Spot Swafoto Melayang di Kota Batu Membuat Banyak Wisatawan Penasaran

Salah satu pengunjung sedang swafoto di spot foto pulau melayang Kampung Papua, Goa Pinus, Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu pengunjung sedang swafoto di spot foto pulau melayang Kampung Papua, Goa Pinus, Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Spot-spot unik bernuasana alam terus dikembangakan. Seperti halnya hasil karya pemuda dari Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji telah membuat spot baru.

Spot baru itu diberi nama Pulau Melayang di kampung Papua, Goa Pinus, Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. Sepintas, siapapun yang melakukan swafoto di sana akan merasakan seperti berada disebuah pulau yang melayang.

Spot swafoto melayang ini memiliki tinggi delapan meter dari atas permukaan tanah dan berdiameter tiga meter. Saat ini spot tersebut masih belum sempurna dalam pengerjaannya.

“Ini masih belum selesai, tapi karena kemarin memburu waktu liburan sehingga belum kami sempurnakan. Rencananya, di atas itu akan kami beri rumput sintesis,” ungkap Koordinator Kampung Papua, Goa Pinus, Selasa (10/7/2018).

Ide membuat pulau melayang, diakuinya bersumber dari internet yang langsung diaplikasikan. Sebab pemandangan perbukitan, gunung, Kota Batu, dan sekitarnya sangat mendukung untuk spot swafoto yang berbeda dari biasanya.

“Suasana alam di  sini sangat mendukung untuk wahana swafoto ini. Dan antusias dari pengunjung pun kami lihat sangat tinggi,” katanya kepada BatuTIMES.

Saat ini di lokasi juga sudah terdapat Cafe Papua dan Rumah Adat Papua.

“Kami akan menambah spot swafoto seperti jembatan layang, lorong dan sebagainya,” jelas Muslimin.

Kampung Papua ini memiliki luas lahan satu hektar bekerjasama dengan perhutani. Untuk masuk di spot ini wisatawan cukup merogoh kocek Rp 5 ribu.

Sementara itu, pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono memberikan apresiasi bagi desa atau pun para pemuda yang telah memberi kontribusinya dalam ranah wisata. Dengan demikian akan menambah daya tarik wisatawan luar daerah untuk berkunjung ke Kota Batu.

“Tentunya kami Pemkot Batu memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Kota Batu yang kreatif menciptakan destinasi wisata baru,” ungkap Imam.

Menurut Imam, kontribusi masyarakat tersebut akan berdampak lamgsung pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Terlebih jika memberdayakan masyarakat sekitar yang pasti akan hal lebih memberi dampat positif untuk lingkungan sekitar.

“Sudah memberikan kontribusi di dunia pariwisata, lalu memberdayakan masyarakat itu hal yang bagus sekali. Dan harus dicontoh hal seperti ini,” tambahnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : debyawan erlansyah
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->