Ganis Rumpoko Anak Wali Kota Batu Maju Bacaleg DPR RI

Ganis Rumpoko usai melakukan test urine di Kantor BNN Kota Batu, Jumat (13/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIME)
Ganis Rumpoko usai melakukan test urine di Kantor BNN Kota Batu, Jumat (13/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIME)

BATUTIMES- Anak kedua Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko yakni Ganis Rumpoko hadir di kantor BNN Kota Batu. Kehadiran Ganis ini ternyata untuk melakukan tes urine. Tes urine itu rupanya untuk melengkapi persyaratan pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg) Pemilu 2019 mendatang. 

Ganis hadir di BNN Kota Batu pada Jumat (13/7/2018) sekitaf pukul 14.00. Sambil mengenakan baju lengan panjang berwarna putih dipadukan dengan celana jeans Ganis memberikan senyum lebarnya kepada sejumlah awak media. 

Ganis pun juga memamerkan jika telah melakukan test urine dalam media sosial story instagram. Perempuan yang masih menempuh studi di Liverpool Inggris ini tidak memberikan komentar banyak terkait test yang dijalaninya itu. 

Saat ditanya test yang dilakukan dalam rangka apa? Ganis memilih agar nanti melihat sosial media miliknya. “Ya nanti dilihat saja. Nanti tak posting di Instagram,” ungkap Ganis. 

Lalu saat ditanya apakah akan maju dalam pileg DPRD Kota Batu, Provinsi, atau DPR RI ia hanya memberikan senyum lebarnya. Lainnya saat disodorkan pertanyaan akan maju melalui partai apa Ganis menjawab Malang. “Ya Malang-lah,” celetuk alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) ini.

Terpisah, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Punjul Santoso menjelaskan memang  Ganis Rumpoko maju dalam Pileg 2019. Rencananya Ganis bakal maju dalam bacaleg di tingkat DPR RI.

Lebih tepatnya Ganis bakal maju dalam DPR RI Dapil Malang Raya. “Iya Ganis akan maju Pileg DPR RI tepatnya DPR RI Dapil Malang Raya,” ujar Punjul.

Punjul menambahkan jika sebelum melakukan test urine terlebih dahulu meminta tanda tangan kepada Punjul sebagai sekretaris DPC  PDIP Kota Batu. “Tadi minta tanda tangan ke saya,” tutupnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->