Victor Julian, Harapan Satu Jadi Pelecut Juara Satu

Victor Julian (Foto: Muklas/BatuTIMES)
Victor Julian (Foto: Muklas/BatuTIMES)

KOTA BATU - Nama atlet satu ini Victor Julian Irianto Taning. Remaja yang lahir 2001 ini baru saja menyabet juara harapan satu di kejuaraan Pencak Silat Tanding Kelas F Provinsi Jawa Timur. Kejuaraan digelar 13 Juli 2018 lalu.

Meskipun masih bertengger sebagai juara harapan satu, tetapi semangatnya makin membara dan berkeinginan bisa juara pertama di tingkat nasional.

”Saya satu-satu yang diutus dari Kota Batu. Alhamdulillah bisa membawa nama Kota Batu di tingkat provinsi. Tahun ini jatah terakhir tingkat SMA," kata Victor, sapaan akrab Victor Julian Irianto Taning kepada BatuTIMES beberapa hari lalu.

Victor menjelaskan, kejuaraan tingkat SMA tersebut sangat bergengsi dan harus dilalui dengan perjuangan keras.  Kejuaraan diikuti perwakilan seluruh wilayah Jawa Timur, dari 33 kota/kabupaten. Seluruh peserta menunjukkan yang terbaik karena membawa nama kota/kabupaten darimana mereka berasal.

”Sempat menurunkan berat badan dari 70 kilogram ke 63 kilogram. Karena ketentuan panitia 59-63 kilogram. Jadi benar-benar kerja keras. Triknya, ya makan beras merah secukupnya, joging, lari, dan yang penting tidak makan gorengan," pesan anak tunggal pasangan Charlie Rosauly Hartanto (almarhum) - Tatik Widayati.

Remaja yang memiliki tinggi badan 165 centimeter ini mengisahkan, dunia pencak silat sudah dikenal saat ia masih sekolah di SDN Purwosari 1.

Kala itu, anak-anak seusianya banyak menggandrungi dunia jurus-jurus silat. Hal itu membuat ia tertarik dan ikut latihan.

Pihak keluarga pun sangat mendukung. Apalagi semangat terus dikobarkan Tatik Widayati, ibu kandungnya. Ibunya berpesan seorang anak tidak hanya meraih prestasi di sekolah. Lebih dari itu, skill dan kemampuan lain patut diasah dan diwadahi dengan baik. Agar memudahkan jalan hidupnya nanti.

Saat di bangku SMP hingga SMAN 2 Batu, ia merasa bisa dan menguasai teknik silat tanding, penyerangan dan menangkis lawan.

Maka, ia memutuskan naik ring untuk berlaga. Namun, dunia pencaksilat tidak hanya menunjukkan keindahan dan kelincahan gerak tangan dan kaki.

Lebih dari itu, teknik, jurus, serta insting juga dibutuhkan. Karena masih minim jam terbang, membuat ia harus sering kena pukulan lawan.

"Kena tonjokan pada bibir depan kiri dan lengan kiri. Sudah resiko seorang atlet, " kata remaja yang ingin menjadi polisi ini.

Hal itu tidak membuat nyalinya ciut serta menyudahi latihan dan pertandingan. Karena baginya, membela negara tidak harus menunggu jadi polisi dan tentara. Namun, bisa juga dengan cara belajar pencaksilat sejak dini dan berprestasi.

"Yang penting, mengontrol emosi dan fokus, " jelas remaja yang beralamat di Kelurahan Sisir ini.

Lecutan demi lecutan yang ia dapatkan di lapangan membuat ia tumbuh lebih dewasa. Bahwa hidup, adalah pelajaran dan disiplin tinggi.

Ke depan, remaja yang duduk di kelas 12 IPS SMAN 2 Kota Batu ini tetap melatih dirinya dan terus meningkatkan kualitas diri agar bisa meraih prestasi lebih bagus.

Victor juga tidak pelit untuk berbagi ilmu kepada anak -anak muda. Agar mereka terus berlatih dan memompa diri dengan berolahraga keras dan melatih potensi diri atas apa yang diberikan yang Maha Kuasa.

Selain itu, dalam waktu dekat, ia akan mengikuti ajang lomba kejuaraan pencaksilat  IPSI Pusat, Jakarta Open 2018 pada September -Oktober mendatang.

Untuk persiapan, minimal dalam satu minggu harus dua sampai tiga kali latihan fisik, back up -sit up dan lari. Serta mengasah jurus kepada pendekar perisai diri Achmad Endra Gunawan di Lawang. "Doakan bisa prestasi dan membanggakan Kota Batu, " pungkasnya. (*)

Pewarta : Muklas
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->