Massal, 1.300 Anak Bercerita Lewat Tarian Khas Kota Batu

Ribuan anak sedang menari tarian Rampak Sumebyar di Halaman Balai Kota Among Tani, Senin (23/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Ribuan anak sedang menari tarian Rampak Sumebyar di Halaman Balai Kota Among Tani, Senin (23/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Sejumlah 1.300 anak-anak sedang bertani lengkap dengan mengenakan pakaian petani dilengkapi dengan topi caping di halaman Balaikota Among Tani, Senin (23/7/2018). Tapi mereka bukan untuk bertani tetapi untuk merayakan Hari Anak Nasional (HAN) 2018.

Seragam yang kompak berwarna merah itu siap merayakan HAN 2018 dengan menari secara masal. Tari itu namanya Tari Rampak Sumebyar yang menceritakan tentang Kota Batu sebagaian wilayahnya adalah pertanian.

Dan sebagian masyarakatnya merupakan seorang petani yang kemudian digambarkan lewat Tarian Rampak Sumebyar. Kondisi tersebut digambarkan dengan kelincahan seorang anak-anak sangat aktif.

Aktif bergerak, lincah, bermain bersama tanpa membedakan laki-laki atau perempuan dan penuh semangat mereka menarikan yang terbaik. 

Mereka menari bersama dipandu oleh Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, TP PKK Kota Batu Wibi Asri Santoso, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo. 

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan tarian ini terisnpirasi dari Kota Batu yang mayoritas warganya petani. Sehingga tergambarkan melalui tarian tersebut yang menunjukan kebersamaan warga Kota Batu.

“Inilah cara kami merayakan HAN. Kami bersama menggambarkan pertanian Kota Batu melalui tarian ini,” ungkap Punjul.

Ia menambahkan sebagai penerus bangsa seorang anak harus diberi porsi bahwa mereka juga mendapat perhatian tidak hanya guru, orangtua, tapi juga pemerintah daerah. Supaya anak-anak tumbuh berkembang lebih baik.

“Pada hakikatnya anak akan memberikan sumbangsih pemikiran bangsa dan negara. Sehingga peran pemerintah daerah harus ada,” imbuhnya.

Peran pemerintah dalam hal ini adalah memberikan hak-haknya seperti Dinas Pendidikan Kota Batu pemberian bantuan operasional sekolah daerah (Bosda), dan program minum susu. 

“Lalu ketersediaan sarana dan prasarana. Bagaimana tempat umum seperti tempat bermain. Lalu pada sektor Dinas Kesehatan melalui imunisasi dalam kandungan hingga usia 5 tahun,” jelas politisi PDIP Kota Batu ini. 

Selain itu, tahun 2018 Kota Batu kembali lagi meraih penghargaan kota layak anak.  “Malam ini kami menerima penghargaan di Surabaya.  Pemkot Batu dapat penghargaan kota layak anak, salah satu dari 38 kota kabupaten di Jatim diserahkan oleh Gubernur,” tambahnya. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
-->