Kaktus Siklam Jadi Incaran, Yuk Amati Perbedaan Kaktus Import dan Lokal di Kota Batu

Salah satu pengunjung sedang melihat kaktus siklam di Jl Mawar Putih, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu pengunjung sedang melihat kaktus siklam di Jl Mawar Putih, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Kaktus memang menjadi tanaman favorit bagi wisatawan yang ingin mencari oleh-oleh dari Kota Batu. Tentunya beragam jenis kaktus pun disuguhkan, mulai dari katus import hingga lokal.

Namun yang menjadi idaman bagi wisatawan saat ini yakni kaktus siklam. Jenis satu ini merupakan kaktus import asal Korea. Kaktus ini memiliki beragama warna-warni mencolok. Mulai dari warga merah, merah ruby, kuning, hitam, hijau, dan ragam warna lainnya.

Lalu ada juga kaktus siklam ini yang memiliki dua warna, tentunya jarang didapati pada kaktus lainnya. Biasanya warna yang terdapat pada satu kaktus itu yakni merah dan hitam. Untuk satu potnya kaktus siklam ini harganya Rp 75 ribu.

Penjual Bunga Afit Udin mengatakan jika kaktus siklam ini memiliki banyak peminat karena memiliki warna yang sangat mencolok. Sehingga jika diletakkan dalam ruangan terlihat lebih menonjol dan segar dipandang mata.

“Wisatawan suka dengan kaktus ini karena warna, itu yang jadi pilihan mereka. Meski harganya terpaut tinggi dibandingkan dengan kaktus lokal tidak menyurutkan minat wisatawan,” ungkap Afit, Minggu (29/7/2018).

Jika harga kaktus siklamRp 75 ribu per potnya, dibandingkan dengan kaktus lokal harganya berkisar antara Rp 6 ribu hingga termahal Rp 30 ribu per potnya. “Kalau yang lokal jauh lebih murah tapi karena warnanya tidak secantik dengan yang import,” katanya saat ditemui di tokonya Jl Mawar Putih, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji.

Ia menambahkan untuk kaktus lokal yang banyak diminati yakni kaktus kelinci dan kaktus sukulen. Biasanya ke dua jenis kaktus ini lebih banyak digunakan untuk souvenir.

Lalu bagaimana membedakan kaktus lokal dan import. Untuk kaktus import warnanya lebih cerah, dibandingkan dengan warna kaktus lokal. Selain warna kelopak kaktus import lebih besar daripada lokal.

“Lalu duri lebih kecil pada kaktus import. Sedangkan yang lokal lebih panjang, besar, dan lebih tajam,” ujar Afit.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->