Pasar Terus Menurun, Pemkot Wajibkan Semua Hotel Jual Apel Batu

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

BATUTIMES - Kota Batu tidak hanya dikenal sebagai Kota Pariwisata. Lama sudah Batu dikenal dengan julukan Kota Apel.

Di era 1980-1990 Batu merupakan sentra utama penghasil buah apel. Jenis apel yang dikembangkan diantaranya rome beauty, apel ana, dan apel manalagi. Sayang, tahun demi tahun produksi apel di kota yang kini dipimpin Dewanti Rumpoko itu menurun. 

Kemerosotan produksi terjadi pada tahun 2000-an. Dinas Pertanian Kota Batu mencatat pada tahun 2004 jumlah pohon apel menurun cukup drastis.

Hanya tinggal dua juta pohon apel dengan angka produksi 46 ribu ton per tahun. Di tahun 2017 jumlah pohon produktif hanya menyiasakan 970 ribu saja. 

Pemerintah Kota (Pemkot Batu) berupaya mengembalikan kejayaan apel lokal. Langkah demi langkah sebenarnya sudah dilakukan.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menerapkan sistem Ex-Vitro yakni memperbanyak benih untuk mendukung penyediaan benih berkualitas. Selain cara itu, rupanya Pemkot Batu bakal melakukan cara lain demi meningkatkan produksi apel.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengungkapkan pihaknya tengah mempersiapkan peraturan mengenai kewajiban hotel-hotel menyediakan hidangan baik apel maupun jeruk lokal Batu.

Hal ini disampaikan Punjul saat menemani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Balitjestro Batu pada Rabu (1/8/2018). 



"Tidak bisa apel yang tadinya booming lalu tiba-tiba harganya turun. Nah, ini perlu sikap dari pemerintah bagaimana nanti kita beli dan kemudian bekerja sama dengan hotel. Bagaimana apel bisa dijualkan di hotel-hotel di Kota Batu. Misalnya The Singhasari Resort. Nanti kita harus bisa menyesuaikan dengan rate masing-masing hotel," kata Punjul.

Menurut Punjul, sudah saatnya upaya melestarikan hasil pertanian dilakukan dengan menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Ia menjelaskan hotel-hotel dan restoran di Kota Batu nantinya diwajibkan menyediakan hidangan berupa apel dan jeruk lokal Batu.

"Mudah-mudahan teman-teman di DPRD bisa merespon sehingga kebijakan ini tidak selesai hanya di Peraturan Wali Kota. Tapi ini tergantung karena kita tidak bisa hari ini mengajukan produk manakala di Dewan sendiri dengan kesibukan dan jadwal. Maka harus ada kolaborasi antara eksekutif dan legislatif," tutup dia. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->