Bonus dari Pemkot Batu Masih Dirahasiakan, Air Mata Pecah Saat Para Atlet Tiba

Ke lima atlet saat berada di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)
Ke lima atlet saat berada di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)

BATUTIMES - Meskipun ke lima atlet cabang olahraga (cabor) paralayang yang mengikuti Asian Games 2018 telah pulang kampung Jumat (31/8/2018), tetapi bonus yang dijanjikan khususnya kepada Jafro Megawanto masih dirahasiakan.

Ke lima atlet itu yakni Jafro Megawanto, Jonny Effendi, Roni Pratama, Ike Ayu Wulandari dan Rika Wijayanti. Para atlet tersebut telah berhasil menyumbangkan 6 medali. Yakni dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. 

“Kalau uang pembinaan atau bonus dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu memang sudah diberikan setiap tahun bagi mereka yang sudah berprestasi,” ungkap Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Ia mengatakan jika bonus untuk Jafro khususnya, masih menjadi kejutan kedepannya. Tetapi ia juga telah menjanjikan akan memberikan fasilitas kepada para atlet berprestasi itu jika ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Tapi kami akan memberikan fasilitas atau membantu jika mereka ingin menjadi PNS di mana pun itu daerahnya. Kita akan bantu atau jadi fasilitator,” imbuhnya. 

Jika ke lima atlet tersebut ingin menjadi PNS di daerah mana saja, Pemkot Batu siap akan menjadi fasilitatornya. Tentunya akan membantu hingga menjadi seorang PNS yang diinginkan. 

Saat pulang kampung, ke lima atlet tersebut disambut dengan euforia ribuan masyarakat Kota Batu. Rasa bangga kepada lima atlet itu diungkapkan terus-menerus oleh para warga di Kota Batu.

Bahkan ke lima atlet ini sekarang bisa dikatakan mendadak artis. Bagaimana tidak? Saat ini mereka menjadi sorotan publik karena telah menorehkan prestasinya.

Dimana-mana pasti ada yang mengajak untuk swafoto. Hingga air mata pecah saat para orangtua atlet hadir di tengah-tengah penyambutan kedatangan mereka. Para atlet pun tak kuasa menahan air mata mereka sambil berpelukan.

Saat penyambutan, orangtua ke lima atlet itu hadir di Graha Pancasila. Setelah beberapa bulan terpisahkan oleh jarak dan waktu akhirnya mereka pulang dengan membawakan hasil yang tak diduga. 

Jafro Megawanto peraih dua medali emas mengatakan prestasi yang didulangnya itu sungguh tidak diduga. Karena jika sudah di udara yang terpenting adalah santai dan tidak gugup. 

Dengan demikian sebuah prestasi akan mudah untuk diraih. Karena itu, hal ini menjadikan contoh kepada para atlet paralayang yang ada di Kota Batu untuk terus berlatih mengggapai cita-cita yang diinginkan.

“Kalau ingin menggapai keinginan terus dicapai, bagi yang ingin terjun di dunia paralayang jangan takut,” ujar Jafro.

Jafro merupakan anak ke dua dari pasangan Budi Sutrisno-Suliasih dari tiga bersaudara. Dulunya ia adalah seorang paraboy atau pelipat parasut yang saat itu untuk melipat mendapat upah Rp 5 ribu. Siapa sangka, ia akhirnya terjun menjadi atlet dengan segudang prestasi.

Karena itu, dengan diraihnya prestasi tersebut tidak disia-siakanya. Pembangunan villa pun saat ini akan menjadi sebuah hadiah dari setiap perjuangannya di setiap kejuaraan. Tentunya villa itu dibangun sebagai hadiah kepada kedua orangtuanya.  

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->