Wali Kota Batu Terpukau dengan Satu Karya Unik di Pameran Besar Seni Rupa

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat meninjau karya salah satu seniman berjudul Panjikosmos milik Sugiyo di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Sabtu (15/9/2018) malam. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat meninjau karya salah satu seniman berjudul Panjikosmos milik Sugiyo di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Sabtu (15/9/2018) malam. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Pameran Besar Seni Rupa (PBSR) ke-6 di Kota Batu memang menjadi ajang beradu kreasi para perupa di Kota Batu dan daerah lain.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko meminta agar perupa di Kota Batu tak perlu sungkan menggunakan fasilitas di Balai Kota Among Tani untuk pameran ke depannya.

Pameran yang berlangsung sejak 15 September hingga 12 Oktober 2018 ini melibatkan 101 perupa dari Jawa dan Madura yang digelar oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Pemkot Batu.

Tampak depang karya Semangat Panji: Menebar Cinta ke Seluruh Nusantara.

Tema yang diusung dalam pameran ini adalah Panji. Melihat Panji bermula dari Jawa Timur yang kemudian merambah ke daerah lainnya.

Hal ini membuat Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko terpukau dengan karya lukisan 2 Dimensi & 3 dimensi hingga instalasi yang disuguhkan.

Seperti halnya lukisan milik Deddy PAW berjudul ‘Semangat Panji: Menebar Cinta ke Seluruh Nusantara’.

Dewanti Rumpko swafoto bersama perupa Deddy PAW dan karya berjudul Semangat Panji: Menebar Cinta ke Seluruh Nusantara.

Dalam karya tersebut digambarkan patung yang sedang duduk berwarna milenium sambil membawa layaknya bola diangkat dengan tangan ke atas. 

Karya ini dibuat dari oli & acric on canvas berukuran 200x150 centimeter. Lalu kombinasi fiberglass & stainless steel, dan life size.

Karya ini ingin menyampaikan pesan ajakan kepada masyarakat Idnonesia khususnya para pria untuk berperan menjadi Panji Asmarabangun di masa kini.

Karena itu Dewanti Rumpoko juga terpukau dengan karya ini dan beberapa kali melakukan swafoto.

Menurutnya, seluruh karya memiliki karakteristik masing-masing dan mengandung makna yang beragam. 

Plt Kepala Dinas Pariwisata Imam Suryono swafoto salah satu karya milik Deddy PAW berjudul Semangat Panji: Menebar Cinta ke Seluruh Nusantara

“Karya-karya keren-keren. Salah satunya seperti karya dengan patung ini memiliki arti sangat penting untuk kehidupan di bumi,” ujar Dewanti, Sabtu (15/9/2018) malam. 

Selain itu ia juga tertarik dengan karya berjudul Panjikosmos yang digambarkan melalui batu kali yang dilukis dengan wajah. Totalnya ada 385 buah batu kali dengan berat 2 kwintal. 

Karena menurut Dewanti unik, ia mengatakan karya ini akan diletakkan di area lobi Balai Kota Among Tani. “Ditaruh lobinya Among Tani pasti keren ini,” imbuhnya. 

Ia menambahkan mempersilakan kepada masyarakat menggelar kegiatan positif di Balai Kota Among Tani. Seperti seniman Kota Batu yang tak perlu menunggu pameran besar seperti ini.

“Seniman Batu enggak usah nunggu pameran besar. Kami persilakan lorong Among Tani dan lainnya bisa dibuat pameran,” jelas politisi PDIP ini.

Tanda dibukanya PBSR Kke-6 Dewanti melukis.

Sementara itu Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono mengapresiasi kegiatan PBSR ke-6, terlebih acara tersebut bersifat nasional. Pemkot Batu tak segan-segan memfasilitasi kegiatan-kegiatan serupa.

“Kalau bisa dilakukan setiap tahun di Kota Batu. Untuk menggugah semangat perupa sekaligus memotivasi mereka," ujar Imam.

Tak hanya itu saja, selain menumbuhkan semangat dan ternotivasi bisa menjadi ajang kompetisi. Yang kemudian bisa dimunculkan ikon seni rupa di Kota Batu.

“Semoga dengan digelarnya event pameran yang berkelas nasional ini perkembangan seni rupa di Kota Batu bisa semakin maju,” harapnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher :
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->