Bikin Ngakak, Wisudawan ITS Nyelonong Tanpa Salami Rektor, Ini Videonya

Screenshot video
Screenshot video

BATUTIMES - Prosesi wisuda biasanya berlangsung sangat khidmat dan penuh dengan rasa haru dan bahagia. Para wisudawan akan melepas masanya sebagai mahasiswa dengan mengenakan toga kebesaran. 

Sebagai wujud terima kasih, para wisudawan juga selalu berjabatan tangan dengan rektor saat proses wisuda berlangsung. Tapi ada hal menarik dengan rangkaian wisuda yang digelar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) belum lama ini.

Dalam proses yang sakral itu, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD sempat dibuat tertawa oleh salah seorang wisudawan. Gara-garanya, wisudawan itu nyelonong tanpa menyalami rektor. Dengan wajah tak berdosa, seorang mahasiswa bertubuh jangkung lewat begitu saja di depan rektor yang tengah mengulurkan tangannya untuk menyampaikan selamat. Bukannya marah, malah Prof Joni tertawa melihat ulah mahasiswa tersebut.

Dalam tawanya itu, Joni sempat memanggil sang wisudawan untuk kembali bersalaman dengannya. Namun lagi-lagi lulusan yang mengenakan toga berwarna gelap itu tampak tak menggubris. Entah karena terlalu grogi atau bahagianya, wisudawan tersebut tampak bingung hingga akhirnya kembali bersalaman dengan sang rektor.

Wajah sumringah dengan senyuman lebar pun mengembang dari pria yang belum diketahui identitasnya itu ketika menyalami rektor. Para senat ITS yang duduk di belakang rektor juga turut tersenyum geli dengan aksi kocak sang wisudawan yang melenggang dengan penuh percaya diri itu.

Momen langka tersebut berhasil diabadikan dan kini menyebar luas melalui media sosial serta pesan berantai Whatsapp. Para warganet pun terwtawa geli dengan kejadian tersebut.

"Lucu ih, masak rektornya mau salaman dilewati begitu saja," komentar salah seorang warganet, Aang saat melihat video yang berbedar luas itu.

Kejadian lucu serupa sebelumnya sempat terjadi di beberapa perguruan tinggi. Di antaranya Malaysia. Saat itu ada seorang wisudawan yang nyelonong begitu saja saat namanya dipanggil tanpa mengambil ijazah dan bersalaman dengan rektor. Momen lain, ada juga yang mengajak rektor selfie hingga membuat ucapan selamat untuk dirinya sendiri. (*)

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->