Dua Pencuri Sapi Dibekuk, Satu Ditembak, Tiga Masih Buron

Tosan sedang duduk saat diminta memeragakan penggunaan penutup wajah oleh kapolresta. Slamet, pelaku  yang berdiri di belakang kapolresta. (Agus Salam/Jatim TIMES)
Tosan sedang duduk saat diminta memeragakan penggunaan penutup wajah oleh kapolresta. Slamet, pelaku yang berdiri di belakang kapolresta. (Agus Salam/Jatim TIMES)

BATUTIMES - Masih ingat pencurian sapi yang tertangkap CCTV di Jalan Tidar RT 1 RW 2, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Kamis (30/7) lalu sekitar pukul 02.00? Salah satu dari empat pelaku berhasil dibekuk petugas Polresta Probolinggo Kota.

 

Pelaku yang ditangkap salah satunya Slamet Bin Maryanto (23), warga Dusun Beringin, Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Kepada kapolresta saat konferensi pers, Minggu (16/9) siang di mapolresta, Slamet yang ditangkap pertama mengaku mencuri sapi milik salah satu warga Ketapang tidak sendirian, tetapi bersama tiga rekannya.

Mereka adalah AM, warga Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto; RD, warga Desa Pohsangit Lor; dan RH, warga Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Ketiganya saat ini berstatus DPO (daftar pencariaon orang) dan masih diburu petugas. “Tiga rekan Slamet masih belum tertangkap. Masih kami buru,” ujar Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal.

Kepada kapolresta, Slamet mengaku mendatangi kandang korban menggunakan kendaraan MPV atau minibus dan berhenti di Jalan Tidar, dekat pemakaman umum. Saat menuju kandang yang jaraknya sekitar 200 meter, di urutan pertama adalah Slamet. Ia menenteng sebilah celurit norideng dan diikuti tiga rekannya dan yang bagian terakhir menggenggam bondet. “Saya paling depan Pak, pegang celurit. Paling belakang pegang bondet,” ungkapnya.

Slamet mengaku, sapi limosin seharga Rp 16 juta yang dicurinya laku Rp 6 juta. Dia mendapat bagian Rp 1 juta. Ia mengaku tidak tahu pembelinya. Yang Slamet ketahui setelah sapi berhasil dicuri, kendaraanyang mengangkut sapi curian meluncur ke arah timur. Sampai di timur Pasar Bawang, malam itu juga, sapi dipindah ke kendaraan pembeli. “Saya tidak tahu pembelinya. Malam itu juga, sapinya dibawa pembeli,” katanya.

AKBP Alfian mengatakan, hasil keterangan yang didapat dari Slamet menyebut, yang membuka pagar dan kandang adalah SM. Sedangkan Slamet dan RD menjaga dan mengawasi di luar kandang. Setelah berhasil mengeluarkan sapi curian, Slamet berada paing depan. RD bertugas menuntun sapi dan SM berada paling belakang menggenggam bondet. “Rekaman CCTV milik warga, pelaku lewat di jalan yang sama. Kalau RM kebagian nunggu mobil. Jadi ia tidak ikut ke kandang. Ya sebagai drivers” katanya.

Kapolresta juga merilis aksi pencurian sapi milik Buani (60), warga Dusun Karang Sambi, kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Sabtu (13/1) yang lalu sekitar pukul 03.00. Pelakunya adalah Tosan (45), warga Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Ia ditangkap berkat informasi Bebun, pelaku yang ditangkap sebelumnya. “Setelah dapat keterangan dari pelaku sebelumnya yang sudah kami tangkap, Tosan kemudian kami amankan,” ujar kapolresta.

Lantaran saat ditangkap melarikan diri, Tosan dihadiahi timah pansa oleh petugas dan mengenai kaki kanannya.  Pelaku diamankan pada Jumat (14/9)  pukul 12.00 di rumahnya, Kelurahan Sumber Wetan.  

Saat mencuri sapi seharga Rp 12 juta tersebut, Tosan menggunakan penutup kepala berupa sarung yang dililitkan sampai ke lehernya. “Kedua tersangka kami jerat pasal 363 KUHP. Ancamannya diatas 7 tahun penjara,” pungkas kapolresta ke sejumlah wartawan. (*)

 

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->