Usulan Formasi CPNS Kota Batu Direvisi Jadi 236

ilustrasi
ilustrasi

BATUTIMES - Pemkot Batu mengurangi jumlah angka Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Batu. Jika semula jumlah yang diinginkan sebanyak 265 orang kini berkurang menjadi 236 orang yang dibutuhkan di lingkungan Pemkot Batu.

Sejumlah 236 itu rinciannya formasi Khusus Eks Tenaga Honorer kategori 2 (TH-K2) ada 7 orang. Lalu formasi umum seperti tenaga guru dibutuhkan 181 orang.  Lainnya tenaga kesehatan dibutuhkan sejumlah 36 orang dan tenaga teknis 12 orang.

“Iya untuk CPNS 2018 ini semula  kami mengusulkan 260 tenaga, tetapi setelah dirundingkan kembali kita rampingkan menjadi 236. Jumlah ini paling banyak untuk tenaga guru,” ujar Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Minggu (16/9/2018).

Ia menjelaskan memang sebelumnya telah dirapatkan membutuhkan 260 CPNS. Tetapi adanya perubahan untuk jumlah tenaga guru. Meskipun ada pengurangan untuk tenaga guru, karena pihaknya ingin memanfaatkan atau mengangkat guru yang ada.

“Paling banyak pensiun ini di tenaga guru. Meskipun jumlah kuota dikurangi untuk guru, tetapi kita memanfaatkan dan ingin mengupgrade tenaga yang ada,” imbuhnya saat ditemui di Kantor Kelurahan Temas, Kecamatan Batu.

Banyaknya pengurangan pada guru ini karena mereka telah pensiun terlebih untuk Sekolah Dasar (SD). Dewanti mengakui untuk jumlah tenaga guru yang dibutuhkan yakni guru SD dan harus PNS. “Dan memang guru SD ini harus stay di kelas,” jelas poitisi PDIP ini.

Menurutnya jumlah tersebut masih bisa berkurang setelah diajukan oleh Pemkot Batu kepada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). “Ya semoga nanti setelah diusulkan tidak dikurangi lagi,” tutupnya kepada BatuTIMES.

 

 

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher :
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->