Polresta Probolinggo Beber Hasil Operasi sikat Semeru dari Kasus Sajam sampai Pembobolan ATM

BATUTIMES - Peringatan bagi warga, kemanapun anda pergi sebaiknya tidak membawa senjata tajam (Sajam) apapun bentuknya. Jika ketahuan polisi, bisa-bisa dijebloskan ke sel tahanan. Seperti yang dialami  Yekkup (49) warga Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Pria yang sehari-harinya diketahui sebagai pedagang sapi ini , kedapatan membawa sajam berupa clurit yang disimpan dibalik bajunya. Yekkup beserta sajamnya diamankan pada Sabtu (8/9) sekitar piukul 19.00 di Pasar Sapi Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, saat hendak membeli sapi untuk dijual lagi.

Ternyata, Polres Probolinggo, Kota tidak hanya mengamankan Yekkup, ada 4 orang lainnya yang diamankan gara-gara membawa sajam di waktu, hari dan tempat yang berbeda. Mereka adalah Suki (49) dan Saman (49) yang sama-sama warga Desa Pohsangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Selanjutnya, Satupan (38) warga Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto dan Ribut Sugeng (39) warga Dusun Gedangan, Desa Sumberkare, dan Slamet (32) warga Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo

Dari lima tersangka tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti 4 clurit dan 1 pisau. Mereka yang saat ini masih meringkuk di sel tahanan Mapolresta, akan dijerat undang-undang darurat yang ancamannya diatas lima tahun.  “Mereka ketahuan petugas membawa sajam berbagai jenis. Ada pisau dan clurit. Membawa sajam kan dilarang. Kita kenakan undang-undang darurat,” ujar AKBP Alfian Nurrizal, Kapolres Probolinggo Kota, Minggu (16/9) sekitar pukul 11.30 di mapolres.

Dalam konferensi persnya ke sejumlah awak media, orang nomor satu di jajaran polresta tersebut juga menyatakan, pihaknya mengamankan tersangka judi togel (Toto Galap). Mereka ditangkap di waktu, hari dan lokasi yang berbeda. Di antaranya, Suwondo Prayitno (47) warga  Kelurahan Jati, Kecamatan mayangan, Kota Probolinggo. Wahyudi (40) warga Dusun Darungan, Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih dan Erik Hertanto (41) warga Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

Selain itu, Kapolresta juga merilis kasus pembobolan ATM milik Pipit Dian Novi (43) warga Jalan Jagir Sidoresmo Gg. 770 Kelurahan Jagir RT 03 RW01 Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya. Pada Minggu (15/4) sekitar pukul 21.00, korban bersama suami dan dua teman suaminya ke alun-alun Kota Probolinggo. Setelah memarkir kendaraannya, ketiganya keluar dari mobil dan ngopi di salah satu warung.

Sedang istrinya karena tidak enak badan tinggal di dalam mobil, tidur di kursi atau jok mobil tengah dan pintu mobil di dekatnya, tidak ditutup alias terbuka. Sementara tas jinjing atau tangan yang di dalamnya berisi 2 hand phone dan dompet serta uang tunai diletakkan di bawah jok yang diduduki korban. Satu jam kemudian, mereka meninggalkan alun-alun, pulang ke sidoarjo. “Korban tidak merasa, kalau tasnya dicuri pelaku,” tandas kapolresta

Korban mengetahui tasnya hilang lanjut AKBP Alfian, setelah sampai di wilayah Sidoarjo, saat suaminya meminta uang untuk membeli BBM di sebuah SPBU. Keesokan harinya, Senin (17/4) Senin sekitar pukul 10.00, korban bersama suaminya ke kantor cabang BCA Sidoarjo untuk mengurusi ATM yang hilang, sekaligus melapor untuk diblokir.

Alangkah terkejutnya, saat korban diberitahu petugas, kalau di rekeningnya ada transaksi transfers dan penarikan dana dengan total Rp 17 juta. Tiga kali penarikan uang Rp 2,5 juta, Rp 2 juta dan Rp 2,5 juta serta transfer ke rekening BRI sebesar Rp 20 juta. Transaksi melalui mesin ATM Alfamart, Kelurahan Triwung, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. “Korban kemudian melapor ke polresta,” tambahnya.

Beberapa bulan kemudian, pelaku atas nama Ayub Subroto (25) ditangkap. Pria yang tinggal di Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu ditangkap, Kamis (6/9) sekitar pukul 16.00. Ayub ditangkap setelah petugas memperoleh keterangan dari M Ghofur, tersangka kasus lain, yang mengaku turut mencuri tas milik Pipit bersama Ayub Subroto. “Pelaku membobol ATM korban dengan cara coba-coba. Tanggal lahir yang tertera di KTP korban dijadikan PIN. Kami mohon, warga tidak menggunakan nomor PIN tanggal lahir,” pungkas kapolresta. 

 

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->