Jadi Jujukan Wisatawan, Warga Kota Batu Masih Doyan "Nyampah" Sembarangan

Para petugas melakukan pemilihan sampah di TPA Tlekung Kota Batu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Para petugas melakukan pemilihan sampah di TPA Tlekung Kota Batu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

BATUTIMES - Kesadaran masyarakat Kota Batu soal membuang sampah di tempatnya masih harus ditingkatkan. Setiap harinya, masih ada sekitar 76 ton sampah dibuang sembarangan. Terlebih status kota dingin itu sebagai jujukan wisatawan yang tiap tahun didatangi sekitar empat juta pengunjung.

Kabid Persampahan dan Pertamanan Kota Batu Mawardi mengungkapkan, setiap hari potensi sampah harian yang diproduksi masyarakat mencapai 156 ton. Jumlah itu merupakan perhitungan rata-rata sampah yang dihasilkan oleh sekitar 190 ribu penduduk di kota apel itu. "Rata-rata sehari sampah itu 156 ton, karena satu penduduk diasumsikan menghasilkan sampah 0,27 liter," ujarnya. 

Dari jumlah tersebut baru 51,3 persen yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung. "Yang masuk ke TPA setiap hari baru 80 ton. Yaa sisanya berarti masih dibuang sembarangan, ada yang ke sungai atau ke tegalan," sebut Mawardi. Artinya, jika dijumlahkan dari asumsi produksi sampah harian, masih ada sekitar 76 ton atau 48,7 persen sampah yang belum diolah dan dilokalkan di TPA.  

Sampah-sampah itu diangkut secara rutin ke TPA setiap pagi hingga siang. "Pengangkutan bergantung rit, ada 16 armada truk pengangkut sampah yang setiap hari mengambil sampah antara 2-3 rit dari 70-an tempat pembuangan sampah sementara," paparnya. Dari tiga kecamatan di Kota Batu, lanjut Mawardi, produksi sampah yang paling tinggi dari Kecamatan Batu. "Paling banyak dari Kecamatan Batu karena penduduknya paling padat. Kalau yang dibuang sembarangan, itu yang banyak yaa di desa-desa atau kelurahan yang dilewati aliran sungai," urainya. 

Sementara sumbangan sampah wisatawan, menurut Mawardi masih belum signifikan. "Per tahun ya sekitar 1,08 ton dari 4 juta wisatawa  kali rata-rata produksi sampah harian penduduk. Sampah plastik yang dominan, bisa sampai 40 persen lebih," terangnya. Tak jarang, lanjut Mawardi, wisatawan juga membuang sampah di jalan raya maupun di tempat-tempat wisata. 

Meski demikian, pihaknya terus menggencarkan kampanye buang sampah pada tempatnya. "Saat ini kan kami gencarkan agar ada pemilahan dari rumah. Juga ada kepedulian komunitas sudah mulai muncul. Setiap minggu kerja bakti di sungai membersihkan sampah," pungkasnya.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->