Satu Peninggalan Sejarah Milik Perorangan Kini Beralih Tangan ke Pemkot Batu

Arca Ganesha letaknya berada di tengah persawahan milik Rewang di Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Arca Ganesha letaknya berada di tengah persawahan milik Rewang di Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Pemkot Batu dan Pemilik perseorangan kebingungan merawat Arca Ganesha di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. 

Sulitnya perawatan itu karena bukan berada di tanah milik Pemkot Batu namun setelah Pemkot Batu dan pemilik perseorangan itu saling bertemu, akhirnya muncullah kesepakatan Archa itu menjadi milik Pemkot Batu. 

"Dari pemilik sebelumnya menyerahkan ke Pemkot Batu untuk dirawat," kata Noerad Kasi Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata Kota Batu. 

Arca Ganesha adalah salah satu peninggalan sejarah yang letaknya berada di tengah persawahan di Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. 

Hingga saat ini arca tersebut masih menjadi jujukan masyarakat untuk memanjatkan doa. 

Banyak dari masyarakat menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat ritual. 

Karena itu di depan Arca Ganesha tersebut terdapat piring terbuat batu bata bekas bakaran.

Arca berbentuk gajah duduk dengan tinggi satu meter ini konon digunakan sebagai tapal batas antara Kerajaan Singosari dengan kerajaan Daha Kediri. 

Noerad mengatakan meskipun Arca Ganesha itu peninggalan sejarah namun sampai saat ini masih belum ada pernyataan yang menetapkan jika itu adalah benda cagar budaya. 

"Setelah diserahkan ke Pemkot Batu ternyata masih menemukan sejumlah kesulitan. Karena Pemkot Batu harus memiliki tim ahli cagar budaya yang menetapkan benda itu sebagai cagar budaya. Bukan lagi Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB)," katanya, Minggu (3/1/2019).

Karena itulah ke depan pihaknya segera menetapkannya sebagai cagar budaya agar mudah dilakukan perawatan. 

Menurutnya untuk melakukan perawatan benda pusaka itu butuh Perda yakni Perda nomor 1 tahun 2014, tentang pelestarian cagar budaya.

Sementara, untuk memuju Arca Ganesha itu cukup sulit karena Medan jalan masih bebatuan. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->