Ini Alasan Pengusaha Kuliner Minati Cobek dari Batu Kali

Produk cobek batu menjadi salah satu hasil produksi Mursid di Dusun Rejoso Desa Junrejo Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Produk cobek batu menjadi salah satu hasil produksi Mursid di Dusun Rejoso Desa Junrejo Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Bahan baku cobek ternyata dapat mempengaruhi hasil bumbu yang diulek. Karena itu cobek yang terbuat dari batu kali merupakan kualitas yang digemari oleh masyarakat.

Seperti halnya di Dusun Rejoso, Desa Junrejo, Kecamatan Bumiaji, di sana kebanyak konsumennya melirik cobek batu kali. Alasannya karena cobek batu memiliki berat yang mempengaruhi rasa.

“Cobek batu itu di sini banyak diminati karena kualitas dari rasa bumbu yang diulek. Kebanyakan karena alasannya itu,” kata pelaku usaha Dusun Rejoso, Mursid.

Ia menjelaskan jika cobek dengan diameter besar dan memiliki berat akan membuat kualitas racikan sambal atau bumbu yang dihasilkan akan semakin bagus. Alasannya karena  tekanan yang kuat dari cobek batu itu.

Sedangkan untuk cobek yang terbuat dari racikan semen dan pasir itu terdapat kimia. Sehingga pembuatan sambal menimbulkan banyak gesekan antara sambal dan lempengan cobek tersebut. “Karena diulek dan menimbulkan gesekan itu cobek akan terkikis sehingga jadi mudah tipis cobeknya,” ungkapnya, Jumat (1/3/2019). 

Untuk pelanggan sudah di beberapa daerah seperti Surabaya, Ponorogo, Blitar, Jember, Pasuruan, dan sebagainya. Untuk harganya dengan ukuran diamter 12 centimeter Rp 9 ribu. 

Lalu untuk ukuran diameter 16 centimeter dijual Rp 12 ribu. Ukuran diameter 18 centimeter harganya Rp 13 ribu. Lainnya ukuran diameter 20  centimeter Rp 20 ribu, dan terbesar ukuran diamter 40 centimeter Rp 125 ribu per unitnya. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->