PWI-AJI Kecam Oknum Polisi Perampas HP Wartawan yang Liputan 4 Tahanan Kabur

Polres Pasuruan Kota
Polres Pasuruan Kota

BATUTIMES - Persatuan Wartawan Indonesia dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengecam tindakan oknum anggota Polres Pasuruan Kota yang merampas ponsel wartawan dan menghapus file berisi foto-foto liputan terkait empat orang tahanan yang kabur. Dua organisasi profesi ini menuntut kapolresta Pasuruan menindak tegas anggotanya yang menghambat kemerdekaan pers yang dijamin dalam Undang-Undang Pers No 40 Tahun 1999.

Tindakan intimidasi ini terjadi ketika dua orang wartawan, Ari Suprayogi dan Iwan Nurhidayat, melakukan kegiatan jurnalistik terkait empat orang tahanan yang melarikan diri. Sedianya mereka mewawancarai Kasubag Humas AKP Endy. Namun karena belum bertemu, keduanya mengambil foto dan video suasana sekitar ruang tahanan dan halaman Mapolres Pasuruan Kota.

Tak lama berselang, tiga anggota Polres Pasuruan Kota datang menghampiri dua wartawan dan menegur dan membentak karena dianggap melanggar privasi serta tanpa izin terlebih dahulu.

Kedua wartawan sempat menjelaskan dan memperkenalkan dirinya, namun tak digubris anggota polisi tersebut. Mereka bahkan meminta paksa ponsel wartawan dan menghapus file foto serta video tersebut. 

"Handphone saya dirampas dan dihapus semua file foto dan video. Setelah itu dikembalikan dalam kondisi kosong, tidak ada gambar sama sekali," kata Ari Suprayogi, wartawan TV One.

Ketua PWI Pasuruan Joko Hariyanto menyesalkan tindakan oknum polisi yang mengintimidasi, merampas ponsel dan menghapus hasil kerja jurnalistik. Ia meminta kapolres Pasuruan Kota mengusut tuntas dan memberikan sanksi tegas kepada anggotanya yang menghalangi kerja wartawan yang dijamin Undang-Undang Pers.

Penegasan serupa disampaikan Ketua AJI Malang Hari Istiawan. Dia menyebut bahwa pers bebas dari tindakan pencegahan, pelarangan, dan atau penekanan agar hak masyarakat untuk memperoleh informasi terjamin.

Perbuatan oknum polisi itu merupakan perbuatan melawan hukum yang dalam Pasal 18 UU Pers disebutkan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pers dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta rupiah.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy P. mengaku sudah menjelaskan kesalahpahaman antara wartawan dan anggota polisi. Ia pun akhirnya mendampingi wartawan melakukan pengambilan ulang foto dan video yang telah dihapus anggota polisi.

Pewarta : Arisandi Pasuruantimes
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->