Gus Dur Ajak Pendidik Akrabkan Pelajar Dengan Teknologi Informasi Di Perayaan Hardiknas

Gus Dur (2 dari kanan) saat disambut dengan tarian Topeng para pelajar SMP dalam pameran pendidikan Disdik Kabupaten Malang (foto: Nana/ MalangTIMES)
Gus Dur (2 dari kanan) saat disambut dengan tarian Topeng para pelajar SMP dalam pameran pendidikan Disdik Kabupaten Malang (foto: Nana/ MalangTIMES)

BATUTIMES - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 di Kabupaten Malang dirayakan dengan mengangkat berbagai potensi dan produk unggulan di 33 kecamatan. Melalui pameran pendidikan yang diikuti oleh seluruh korwil pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang.

Di acara yang dihadiri oleh seluruh elemen pendidikan di Kabupaten Malang beserta warga sekitar, Abdurahman Asisten Perekonomian dan Pembangunan (II) Setda Kabupaten Malang yang mewakili Wakil Bupati (Wabup) Malang, memberikan apresiasi atas pameran pendidikan tersebut.

Abdurahman atau lebih familiar disapa Gus Dur juga mendorong seluruh pemangku pendidikan di Kabupaten Malang untuk terus mengakrabkan para pelajar dengan teknologi informasi (IT).

"Saatnya seluruh elemen pendidik untuk mengakrabkan pelajar dengan teknologi informasi di era saat ini. Sehingga pelajar mampu beradaptasi dengan lingkungannya saat ini (perkembangan teknologi, red)," kata Gus Dur, Sabtu (04/05/2019) dalam sambutan di peringatan Hardiknas 2019 yang digelar di halaman pendapa Disdik Kabupaten Malang.

Dorongan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang tersebut juga terkait dengan berbagai produk kerajinan, makanan dan minuman, aksesoris serta produk lainnya yang digelar oleh 33 stand.

Gus Dur menyatakan, teknologi informasi melalui digitalisasi bukan hanya bisa membantu proses peningkatan mutu pendidikan saja di era saat ini. "Tapi juga menjadi etalase produk para pelajar di sekolahnya masing-masing, seperti yang saat ini dipamerkan," ujarnya.

Dia mencontohkan, produk hasil pelajar SMP Wajak yang mengolah daun sirih menjadi minuman dan obat nyamuk. "Bila ini diviralkan melalui teknologi informasi saat ini, misalnya di media sosial, maka produk luar biasa ini bisa dikenal dimana-mana. Ini salah satu contoh agar para pelajar diamankan dengan IT," ucapnya.
 

Pengenalan teknologi harus selaras dengan pembangunan karakter (Nana)


Walau di satu sisi, pemakaian teknologi infomasi saat ini juga memiliki dampak negatif bagi para pelajar. Tapi dampak positifnya bagi pertumbuhan dan perkembangan pelajar lebih besar. "Bila kita semua bersama-sama mengakrabkannya dengan baik dan benar. Digitalisasi di dunia pendidikan tidak bisa dihindari. Apalagi kita sudah masuk di era industri 4.0. Maka sekali lagi akrabkan pelajar dengan teknologi," tegas Gus Dur yang mengapresiasi Disdik Kabupaten Malang sebagai penyelenggara pameran pendidikan.

Senada, M Hidayat Kepala Disdik Kabupaten Malang juga menyampaikan, bahwa seluruh elemen pendidik pada khususnya tidak bisa lari dari hadirnya teknologi informasi dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Karenanya, Disdik Kabupaten Malang terus menopang, mendorong sekaligus melahirkan berbagai aplikasi berbasis IT dalam melayani masyarakat di dunia pendidikan.

"Ini keniscayaan yang tidak bisa kita hindari. Teknologi hadir untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan. Karena itu sejak tahun lalu, saya dorong terus pegawai Disdik familiar dengan TI. Setelahnya kita akrabkan para pelajar dengan TI. Kita sudah banyak memiliki aplikasi berbasis digital di dunia pendidikan," ucap Dayat sapaan Kadisdik Kabupaten Malang kepada MalangTIMES.

Selain mengakrabkan para pelajar dengan TI, Dayat juga tetap menekankan pembangunan karakternya. Pasalnya, tanpa adanya pembangunan karakter di dunia pendidikan, baik moral maupun religi para pelajar. Keberadaan TI akan menjadi pisau tajam yang bersifat negatif.

Ini pula yang ditekankan Gus Dur dalam peringatan Hardiknas 2019 Disdik Kabupaten Malang. Dirinya menegaskan, jangan sampai juga TI jadi alat yang menenggelamkan karakter dan moral pelajar ke arah yang salah.

"Maka, tepat tema Hardiknas 2019 ini, yaitu menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan. Dengan cara memanfaatkan TI secara tepat," pungkasnya.

Pewarta : Dede Nana
Editor :
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->