Api membubung tinggi dari pabrik tahu Jl Bromo, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Rabu (12/9/2018). (Foto: Istimewa)
Api membubung tinggi dari pabrik tahu Jl Bromo, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Rabu (12/9/2018). (Foto: Istimewa)

Terungkap pemicu kebakaran rumah dan pabrik tahu milik Riyadi Rabu (12/9/2018) malam di Jl Bromo, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Kebakaran itu terjadi karena kelalaian karena api tidak padam usai menggoreng tahu.

Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan berkat kerja gotong-royong aparat dan warga. Tim  Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Polres Batu, Koramil Batu, perangkat desa, Brantas Rescue, dan warga sekitar berhasil memadamkan api selama satu jam.

Korban terdampak bencana ini terdiri dari 5 orang dalam satu keluarga. Mereka untuk sementara waktu tidak dapat menempati rumahnya. Yakni Riyadi (53); sang istri Ida Kusuma (48); dua anak, Ekik (25) dan Nadia (13); serta Poninten (80), ibu Riyadi.

Kepala Bidang Operasional Kebakaran Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu Santoso Wardoyo mengatakan, pemadaman dilakukan dengan menggunakan dua unit mobil pompa dan  satu mobil rescue. 

“Kebakaran pabrik tahu prosesnya satu jam. Setelah padam, kami lakukan pembasahan atau pendinginan, lalu dilanjutkan dengan investigasi,” ujar Santoso.

Ia menjelaskan, diduga kebakaran disebabkan api sisa pembakaran yang masih belum padam menyulut minyak penggorengan tahu. “Dari hasil investigasi, bisa diketahui penyebab karena kelalaian. Sepertinya api belum sampai mati sudah ditinggal,” ujar Santoso.  

“Lalu tertiup angin sehingga bara tersebut merembet ke kayu yang ada dalam ruangan. Jadi, diharapkan masyarakat lebih hati-hati terutama dengan tempat yang berisiko seperti ini,” tambah Santoso. 

Menurut dia, kobaran api yang cepat membubung dan melahap seisi pabrik dan rumah disebabkan memang kontruksi atap terbuat dari seng sehingga menyebabkan panas tidak bisa keluar. Dengan demikian, panas yang tidak bisa keluar ini cepat menjalar ke ruangan lainnya. Ditambah sirkulasi udara yang sangat sedikit, sehingga mudah menyulut api.

Dampak kerugian kebakaran ini, satu unit bangunan pabrik tahu -termasuk peralatan produksi tahu- milik Riyadi rusak parah. Lalu satu rumah, termasuk perabotan, milik  Riyadi rusak parah.

“Kerugian ditaksir sekitar 100 juta rupiah. Kerugian sektor ekonomi produktif usaha pabrik tahu tidak dapat beroperasi sehingga karyawan pabrik tahu sejumlah 7 orang untuk sementara waktu belum dapat bekerja,” jelasnya.

Santosi menambahkan, apabila memakukan usaha, harus dibarengi dengan keamanan. Sebelumnya dalam pabrik tahu itu tidak ada alat PMK api ringan yang sangat dibutuhkan untuk penanganan awal kebakaran. “Kami imbau pengusaha menyiapkan safety untuk menghidari hal seperti ini. Karena sangat penting ini,” ujar Santoso. 

Rekomendasi tindak lanjut yang akan dilakukan yakni pemberian bantuan kebutuhan dasar pangan dan sandang kepada korban terdampak. Juga kerja bakti pembersihan lokasi kebakaran

“Lalu akan kami lakukan pemberian stimulan bantuan untuk perbaikan rumah hingga pemberian stimulan bantuan pemulihan sektor ekonomi produktif usaha pabrik tahu,” ungkapnya. (*)