Ketua MUI Imbau Takbiran Sewajarnya Saja

Takbir keliling menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri.(Foto: Istimewa)
Takbir keliling menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri.(Foto: Istimewa)

BATUTIMES - Perayaan Hari Raya Idul Fitri sudah  ditunggu-tunggu umat muslim usai melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Berbagai kegiatan biasanya bakal memeriahkan penyambutan ini. Salah satunya mengisi malam Idul Fitri dengan takbir.

Di Indonesia, banyak masyarakat mengenalnya dengan tradisi takbir keliling. Ada yang menggelar pawai takbiran. Ada juga yang menggunakan mobil untuk berkeliling kota sambil membunyikan musik dan menggaungkan takbir.

Sayangnya, hal tersebut kini mulai dikritisi. Pasalnya, ada kekhawatiran mengenai hal-hal negatif ketika takbir keliling itu dilakukan. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang sendiri mengimbau kepada umat muslim untuk melaksanakan takbiran malam hari raya di tempat-tempat ibadah saja.

"Takbiran itu diimbau cukup di masjid-masjid atau musala-musala. Itu tempat-tempat umat Islam melakukan salat jamaah. Jadi, tidak usah keliling," ujar Ketua MUI Kota Malang KH Baidlowi Muslich.

Imbauan tersebut bukanlah bermaksud untuk melarang masyarakat Kota Malang dalam merayakan malam Idul Fitri. Melainkan hanya kekhawatiran apabila terjadi sesuatu dan lain hal yang menimbulkan efek tidak baik.

"Sebenarnya takbir keliling itu bagus. Cuma bisa juga dimanfaatkan oleh hal yang kurang baik. Itu saja. Jadi, sewajarnya saja," imbuh KH Baidlowi.

Salah satu yang dikhawatirkan dalam takbir keliling adalah biasanya masyarakat turun ke jalan dengan membunyikan sound system yang amat keras sambil menggaungkan takbir. Hal itu disinyalir mengganggu masyarakat lain. Ketika suatu hal sifatnya mengganggu, maka hukumnya menjadi haram.

"Apalagi seperti membunyikan sound system dengan amat keras. Itu kan mengganggu. Itu tidak boleh. Mengganggu itu hukumnya haram. Walaupun membaca Alquran keras misalnya, di situ ada orang zikir, ya itu tidak boleh. Itu ya. Jadi, secukupnya saja," pungkas dia.

Pewarta : Arifina Cahyati Firdausi
Editor :
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->