Wisuda Tahfidz Alquran Santri Ponpes An Nur Diiringi Isak-Tangis

Saat santriwati yang Tahfidz Alquran diwisudu dan dipertemukan dengan orang tua atau wali santri (Agus Salam/Jatim TIMES)
Saat santriwati yang Tahfidz Alquran diwisudu dan dipertemukan dengan orang tua atau wali santri (Agus Salam/Jatim TIMES)

BATUTIMES - Sebanyak 20 santri Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur yang tahfidz (penghafal) Alquran, diwisuda. Wisuda yang bersamaan dengan Peringatan Nuzulul Quran tersebut berlangsung di halaman Ponpes An Nur, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jumat (24/5) pukul 19.30 atau usai shalat taraweh.

Di acara itu juga digelar doa bersama untuk kedamaian Indonesia pascapilpres dan pileg serta pengajian umum. Hadir di acara tersebut Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Anidin, sejumlah tokoh masyarakat dan agama serta orang tua atau wali santri. Tak ketinggalan, para pengusaha yang peduli ke Ponpes An Nur. Di antaranya Yuwi direktur PT Berdikari Jasa Bersama.

Dalam sambutannya, KH Mahfud Sahal pengasuh Ponpes An Nur mengajak para santri dan jamaah yang hadir di acara itu, untuk selalu membaca Alquran. Karena menurutnya, mereka yang membaca, menghafal dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, akan dimuliakan oleh Allah dan di akhirat akan menempati surga.

Karenanya, ia meminta para penghafal alquran untuk tetap konsisten setiap hari membaca Alquran, minimal 1 juz satu hari. Selain akan dimuliakan kehidupannya di dunia dan akhirat, ayat-ayat suci yang telah dihafal, tidak akan hilang. “Akan selalu teringat. Kalau jarang atau tidak membaca, lambat laun ayat-ayat yang telah dihafalkan akan hilang,” tandas KH Mafud Sahal.

Kepada santri yang belum menghafal Alquran, Mahfud berharap untuk terus belajar. Dalam acara tersebut, orang tua atau wali santri yang putra-putrinya diwisuda dihadirkan. Isak dan tangis tak terbendung, saat 20 santriwan dan santriwati yang hafal Alquran dipertemukan. “Kemarin 500-san para penghafal Alquran seluruh Indonesia diwisuda di Jakarta. Dua santri kami ikut diwisuda,” pungkas KH Machfud.

Usai diwisuda, para wisudawan menunjukkan kehebatannya dalam menghafal Alquran. Mereka dites dengan cara melanjutkan atau meneruskan bacaan ayat Alquran yang dibacakan salah satu ustaz atau pengajar di Ponpes tersebut. Seluruh penghafal Aquran dengan fasihnya meneruskan ayat suci yang dibacakan sang ustaz. Mereka mendapat hadiah uang pembinaan dari pondok.

Salah satu penyumbang dana yang diberikan ke para penghafal Alquran tersebut, berasal dari direktur pabrik pengolahan oli PT BJB (Berdikari Jaya Bersama). Yuwie Santoso direktur utama PT BJB menyebut, sumbangan yang diberikan selain sebagai bentuk kepedulian, juga sebagai motivasi bagi santri yang belum menghafal Alquran. “Kepedulian kami. Ini bentuk apresiasi kami kepada pondok yang telah mencetak generasi qurani,” tandas Yuwie.

Tak hanya itu, PT BJB juga menyumbang pondok dalam bentuk paket sembako. Untuk tahun ini, Yuwi menyebut telah memberikan bantuan sembako sebanyak 710 paket yang berisi 5 kilogram beras. Bantuan diberikan ke para santri dan wali santri yang kurang beruntung. “Kami saling berbagi. Bantuan yang kami berikan CSR dari perusahaan kami,” pungkas Yuwie.

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->