Doakan Hakim MK, Warganet Malah Kecam Tengku Zulkarnain

Cuitan doa Ustad Tengku Zulkarnain di Twitter.
Cuitan doa Ustad Tengku Zulkarnain di Twitter.

BATUTIMES - Putusan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh gugatan pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada sidang Kamis (27/6/2019) banyak melahirkan tanggapan. Tidak terkecuali dari Ustad Tengku Zulkarnain yang merupakan pendukung Prabowo-Sandi.

Melalui akun sosia media Twitter-nya, @ustadtengkuzul, Jumat (28/6/2019) pagi, Tengku Zulkarnain mendoakan hakim MK. Dia menulis, jika putusan itu berlandaskan kejujuran, para hakim MK didoakan mendapatkan surga tertinggi. Tetapi, jika putusan itu dinilai serong, para hakim MK didoakan diberi azab.

”Ya Allah Jika 9 hakim MK jujur dalam Putusannya Soal Pilpres, ganjarilah Mereka dengan surga yang setinggi tinggi surga, yakni Firdaus. Dan, Jika Mereka serong, azablah mereka dunia dan akhirat dengan sepedih-pedihnya adzab. Dan jadikanlah segenap bangsa Indonesia menyaksikannya. Amin,“ kicau Tengku Zulkarnain di akun Twitter-nya.

Doa itu pun menuai berbagai respons dari warganet. Ada yang suka, tapi banyak pula yang kontra. Misalnya akun @sibambaang.

“Kalau Rasulullah, mungkin do'anya. Ya Allah, jika hakim MK bijak dalam putusannya, ganjarilah sorga kepada mereka. Jika mereka tidak mampu mencapai kebijakan itu, bimbinglah mereka menuju kebijakan-Mu. Sebab Engkaulah yang Mahabijak. Bukankah Islam mengajarkan do'a itu yang baik-baik,” komentar @sibambaang.

“Ya Allah jika ada seorang ustad yang baik dan benar, mengajarkan kebenaran dan menjauhkan kebatilan maka berkahilah dia dg surga firdausmu. Namun jika ustad tsb hanya menimbulkan fitnah, hoax dan merusak persatuan bangsa maka ganjarlah dia dengan siksa yg pedih. Aamiin,” tulis @banu_kurniawanS.

“Doa normatif zul.... sdah dr taman kanak-kanak sudah diajarkan doa spt itu yg salah dapat dosa jika benar dpt pahala,” cuit warganet lainnya, @2019stmj.

“Semoga cuitanmu ini di-retweet oleh Allah. Amiiin. Untuk hoax yg kau sebar ini, Allah sudah menghinakanmu di mata kaum intelektual,” komentar @suryahamidi.

“Bagus banget doanya melebihi orang-orang alim terdahulu semoga anda sekeleluarrga di beri hidayah panjang umur untuk bertaubat  ke pada  sang pencipta. Ammiin, Hatinya  moga di tenangin,” komentar @muslim_tamimi

“Setuju dgn ganjaran surga, tapi kalo adzab? Ga ada doa yg lebih baik lagi [email protected] ngapa egk didoakan supaya diberikan penyadaran atau hidayah gitu,” komentar @dilpadil04_.

Beberapa tanggapan kontra itu sepertinya ditujukan kepada Tengku Zulkarnain karena pernah diketahui membuat pernyataan kontroversial dan dianggap hoaks. Misalnya Tengku Zulkarnain pernah menjadi terlapor di kepolisian gara-gara unggahannya soal hoaks tujuh kontainer surat suara asal Tiongkok yang telah tercoblos untuk duet Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. 

Namun, Tengku Zulkarnain berkelit soal kicauannya di Twitter melalui akun @ustadtengkuzul. Zulkarnain menuturkan, ada tanda tanya dalam kicauannya yang menurutnya justru bukan pembenaran atas hoaks yang beredar. Selain itu, Zulkarnain mengaku langsung menghapus kicauannya. 

Tengku Zulkarnain juga pernah meminta maaf dan mencabut pernyataannya soal Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) .

Sebelumnya, video ceramah Tengku Zulkarnain yang membahas soal RUU P-KS ramai dibahas. Dalam video tersebut, Tengku mengatakan bahwa pemerintahlah yang mengusulkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Dia juga menuding pemerintah akan melegalkan zina dan menyediakan alat kontrasepsi untuk muda-mudi jika RUU tersebut disahkan.

Pernyataan Tengku tersebut menuai kecaman dari sejumlah pihak lantaran dianggap menyebarkan fitnah. Hingga akhirnya, melalui akun Twitter @ustadtengkuzul, Selasa (12/3), Tengku mencabut pernyataannya tersebut dan menyampaikan permintaan maaf.

“Stlh mencermati isi RUUP-KS sy tdk menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah utk pasangan Remaja dan Pemuda yg ingin melakukan hubungan suami isteri. Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf krn mendapat masukan yg salah,” cuit Ustaz Tengku.

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->