Gate Desinfectan Otomatis yang dibuat warga Perumahan Pesona Bougenville Jl. Joyo  Utomo RT. 07/RW. 4 Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang untuk cegah penyebaran virus corona (Istimewa).
Gate Desinfectan Otomatis yang dibuat warga Perumahan Pesona Bougenville Jl. Joyo Utomo RT. 07/RW. 4 Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang untuk cegah penyebaran virus corona (Istimewa).

Keren dan kreatif nampaknya tepat disematkan pada warga Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini. Karena di tengah pandemi virus Corona, masyarakat tak terlalu panik dan memilih berinovasi untuk turut melakukan pencegahan penyebaran penyakit Covid-19.

Melalui sebuah alat yang mereka sebut sebagai Gate Desinfectan Otomatis ini, warga Perumahan Pesona Bougenville Jalan Joyo  Utomo RT 07/RW 4 Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang itu melakukan upaya dalam mencegah persebaran virus Corona. 

Alat tersebut, kini telah dipasang di pintu gerbang perumahan dan bekerja untuk menyemprot warga perumahan maupun tamu yang berkunjung.

Salah satu inisiator alat pengkabutan, Herfin Sasono menjelaskan, alat tersebut berfungsi sebagai penyemprot disinfektan. 

Alat dan cairan disinfektan itu dibuat secara mandiri oleh warga secara gotong-royong. Saat hendak masuk perumahan, warga akan disemprot dari sisi kanan dan kiri ke seluruh tubuh.

"Saat ini alat akan dilengkapi dengan detektor khusus. Sehingga pompa akan langsung bekerja setiap ada yang memasuki pintu gerbang dan menyemprotkan uap. Tapi untuk saat ini alat detektor belum sampai, sehingga masih dilakukan manual, tamu atau warga akan disemprot petugas keamanan yang jaga di pintu depan," katanya pada MalangTIMES.

Cara merakit alat tersebut pun menurutnya amat sangat mudah. Karena perlengkapan dan sederet peralatan yang dibutuhkan mudah ditemukan di pasaran. 

Bahkan, biaya yang dikeluarkan untuk membuat alat tersebut terbilang tidak terlalu besar, yaitu cukup Rp 900 ribu saja.

"Dan kami iuran untuk buat alat ini," tambah Herfin.

Lebih jauh dia menyampaikan, alat pencegahan virus Corona yang sudah difungsikan sejak awal pekan ini, sebenarnya banyak dimanfaatkan di produksi pembibitan tanaman hingga sarang walet. Alat tersebut biasa disebut sebagai alat pengkabutan.

Beberapa alat yang dibutuhkan untuk membuat alat tersebut diantaranya seperti Pompa dc 12 v plus adaptor,  selang hisap plus filter, selang 6 mm,  mist nozzle dan fitting, end cap, sensor gerak, dan alat bantu seperti tiang, cable ties, dan lain sebagainya.

"Lebih mudahnya, alat pengkabutan banyak dijual satu paket di toko online, tinggal pintar-pintarnya milih yang bagus aja, lalu dirakit sendiri," imbuhnya.

Herfin menyebut, alat tersebut sangat mungkin untuk diadopsi masyarakat. Sehingga dia sangat terbuka apabila ada masyarakat di Kota Malang yang berkeinginan untuk menerapkan alat yang sama di masing-masing perkampungan.

Dengan alat tersebut, diharapkan masyarakat dapat turut serta menghalau persebaran virus Corona. Di samping tetap melaksanakan pola hidup sehat serta protokol yang ditetapkan yaitu tidak berkumpul di kerumunan dan melaksanakan social distancing.

"Saya pribadi inginnya setiap masjid disediakan alat ini, terutama saat Jumat disediakan gate yang dipasang alat ini, bisa dibikinkan bilik dari tenda dan lain sebagainya," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua RT 07/RW 4 Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Bambang Dwi S menambahkan, ide membuat alat tersebut bermula saat salah satu anggota perumahan mengunggah video gate Corona di daerah Yogyakarta.

"Sebelumnya kami melakukan penyemprotan disinfektan mandiri. Rumah warga hingga masjid dan balai pertemuan dan perkantoran kami semprot. Lalu kami berdiskusi dan sepakat membuat Gate Disinfectan Otomatis tersebut," terangnya.

Seluruh biaya pembuatan gate serta penyemprotan disinfektan menurutnya dilakukan secara mandiri atas dasar kesadaran masyarakat. Seluruh warga perumahan gotong royong bersama untuk melakukan upaya pencegahan tersebut.

Selain melengkapi peralatan tersebut, Bambang menjelaskan jika warganya sangat mematuhi protokol yang ditetapkan pemerintah. Melalui Surat Edaran yang dikeluarkan Wali Kota Malang, upaya pencegahan dilakukan bersama.

"Warga juga sangat patuh dengan anjuran pemerintah mengenai tetap di rumah. Siswa sekolah belajar di rumah dan para karyawan swasta juga melaksanakan work from home (WFH)," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, pengurus RT juga menjadi semacam polisi dunia Maya untuk mencegah dan menjelaskan berita atau kabar yang termasuk dalam kategori hoax. 

Sehingga, masyarakat tetap waspada tanpa harus panik secara berlebihan dalam menghadapi bencana non alam sebagaimana ditetapkan pemerintah.

"Kesadaran dan partisipasi warga mengenai upaya pencegahan demi menghindari bahaya pandemi Corona ini sangatlah penting," pungkasnya.