Kreatif, Warga Kota Batu Ini Buat Replika Bonsai dari Popok Bekas

Eko saat membuat replikas bonsai di rumahnya Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Eko saat membuat replikas bonsai di rumahnya Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Sekilas tanaman bonsai ini nampak layaknya replika pada umumnya. Namun siapa sangka, replika bonsai ini dibuat dari popok bekas.

Ya replika bonsai dari popok bekas itu adalah hasil dari tangan terampil Rudi Eko Prasetyo warga Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. Sebelum menggeluti replika bonsai, Eko biasanya membuat popok bekas itu menjadi pot tanaman.

Namun karena merasa masih kurang puas, Eko memilih untuk membuat replika bonsai lantaran menyukai tanaman tersebut. Cara membuat replika tanaman bonsai tidak jauh berbeda ketika membuat pot.

Untuk replika bonsai tidak jauh beda dengan pot tanaman. Caranya selain popok bekas, juga mencampurkannya dengan campuran bahan lainnya yakni semen, perekat, dan air.

Popok yang sudah bersih itu harus direndam dulu dengan bahan baku utama yaitu semen. Supaya meresap ke dalam popok sehingga mudah untuk dibentuk,” ujar Eko. 

Setelah popok dan semen direndam, memasuki proses mencetak pot. Setelah pot itu kering dilepaskan dari cetakannya.

“Jika membuat tanaman itu butuh pot asli untuk membentuk pot. Tapi kalau bonsai ini membutuhkan kawat dan tali tampar,” imbuhnya. 

Sedangkan untuk daunnya, Eko menambahkan tali berwarna hijau yang diserut sehingga menyerupai tanaman. Siapa sangka berawal dari popok bekas itu ternyata disulap menjadi replika bonsai. 

Kini di rumah Eko sudah banyak tumpukan pot berwarna-warni yang terbuat dari popok. Sedikitnya ia telah memproduksi seribu pot.

Eko mengatakan memulai membuat pot itu sejak akhir tahun 2018 silam. Ia pun memanfaatkan popok dari tetangganya. Mulai dari popok bayi hingga dewasa. 

Untuk bahan, Eko tidak menerima begitu saja, tetapi membeli di tetangganya dengan keadaan yang sudah bersih. 

“Jadi saya sudah dalam keadaan bersih. Setelah gel yang menampung kotoran dibuang. Lalu dijemur, baru saya beli,” ungkap Eko. 

Menurutnya kreativitas itu dilakukannya sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi permasalahan sampah dengan mengelola popok. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->