Diskusi tematik "Al-Qur'an, Puasa, dan Kesehatan Jiwa" dalam acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. (Foto: istimewa)
Diskusi tematik "Al-Qur'an, Puasa, dan Kesehatan Jiwa" dalam acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. (Foto: istimewa)

Pada bulan Ramadan ini, seluruh umat muslim diwajibkan melakukan puasa. 

Meski menahan lapar dan haus, ternyata banyak sekali manfaat dari puasa termasuk manfaat dari segi kesehatan.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) Prof Dr dr Yuyun YPW MKes SpRad menyampaikan, di momen puasa ini, kesehatan jasmani dan rohani manusia menjadi seimbang.

"Pada momen puasa atau momen Ramadan ini, kesehatan jiwa dan kesehatan jasmani itu sudah ada dalam satu keseimbangan," ucapnya.

Prof Yuyun menegaskan, kesehatan jiwa dan jasmani tidak bisa dipisahkan. 

Maka dari itu, seorang dokter sebetulnya tidak hanya fokus pada kesehatan jasmani saja, namun juga kesehatan jiwa pasien.

"Sebetulnya kalau kita mengurusi pasien atau mengurusi orang itu tidak bisa kita hanya mengurusi satu sisi yaitu kesehatan jiwa saja atau kesehatan jasmani saja. Antara kesehatan jiwa dan kesehatan jasmani itu harus seimbang," katanya.

Penjelasan Prof Yuyun tentang pentingnya kesehatan rohani semakin ditegaskan dengan kandungan Alquran yang menyatakan bahwa Alquran juga merupakan obat untuk rohani manusia.

"Paling tidak ada 2 ayat di dalam Alquran yang kami ketahui yang secara spesifik menyebutkan bahwasanya Alquran itu obat bukan saja obat secara fisik tetapi juga obat secara rohaniah atau obat psikologi, obat jiwa kita," ungkap Dosen Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Malang Mujahidin Ahmad SPt MSc.

Ayat pertama ada di Surat Al-Isra Ayat 82: "Dan Kami turunkan dari Alquran sesuatu yang menjadi obat penawar bagi hati dari penyakit kebodohan, kekafiran dan keraguan, dan sesuatu yang menjadi obat bagi badan bila melakukan ruqyah dengannya, juga dari Alquran itu Kami turunkan sesuatu yang menjadi rahmat bagi orang-orang mukmin yang beramal dengannya. Dan Alquran ini tidaklah menambah pada orang-orang kafir kecuali kebinasaan; karena mendengarkannya membuat mereka semakin dengki, semakin mendustakan dan berpaling darinya."

Mujahidin menyebut ayat kedua ada di dalam Quran Surat Yunus Ayat 57: "Wahai manusia, telah datang kepada kalian Kitab Suci Alquran yang berisi peringatan, anjuran dan larangan. Alquran adalah obat penawar untuk penyakit bimbang dan ragu yang bersarang di dalam hati. Alquran adalah petunjuk ke jalan yang benar. Dan Alquran mengandung rahmat bagi orang-orang yang beriman, karena merekalah yang memanfaatkannya."

Pentingnya kesehatan jiwa ini juga dipertegas oleh pernyataan Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang Dr Mohammad Samsul Ulum MA. Ulum menyatakan bahwa nafs atau jiwa adalah awal kesempurnaan manusia.

"Sehingga raga saja tanpa nafs belum disebut manusia. Manusia itu bisa disebut manusia secara utuh jika nafsnya atau jiwanya ada," tegasnya.

Kembali lagi ke puasa, Dekan Fakultas Psikologi UIN Malang Dr Siti Mahmudah MSi menyatakan bahwa puasa yang bermakna sebuah ibadah yang dilakukan oleh umat manusia dengan menahan diri mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari ini sangat berguna untuk jiwa manusia.

"Kata kunci menahan diri itu sesungguhnya adalah banyak sisi-sisi psikologisnya. Maka dari itu sesungguhnya kalau ingin sehat mentalnya itu sesungguhnya adalah bagaimana seseorang itu menyesuaikan aspek-aspek yang ada di dalam diri manusia. Emosi dan perilaku bisa seimbang," pungkasnya.

Keempat dosen di atas menjadi pembicara narasumber dalam diskusi tematik "Al-Qur'an, Puasa, dan Kesehatan Jiwa" pada acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. Acara yang disiarkan setiap hari ini digelar di hall Rektorat UIN Malang. Jumlah peserta yang datang terbatas dan tetap memperhatikan physical distancing. Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bertindak langsung sebagai host.

"Jadi sesungguhnya kita tidak bisa memprioritaskan jasmani saja, tapi kesehatan rohani juga penting. Dan Alquran itulah obat kita, tidak hanya untuk jasmani tetapi juga obat secara jiwa," pungkas Prof Haris menyimpulkan.