942 Warga Kota Batu Terpaksa Terima Suket

Suasana warga Kota Batu saat mengurus administrasi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Suasana warga Kota Batu saat mengurus administrasi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - 942 warga Kota Batu terpaksa harus menerima surat keterangan (Suket) sementara waktu. Lantaran stok blanko elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) kosong. 

“Stok blanko kosong ini sudah terjadi sejak hampir 2 bulan ini. Sehingga bagi yang mengurus terpaksa kita berikan suket dulu,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kota Batu, Maulidiono.

Ia menambahkan, hingga saat ini hampir seribu warga Kota Batu harus memegang suket sementara waktu hingga stok blanko dihadirkan.

“Yang menerima suket ini hanya berlaku bagi pemohon khusus atau pemohon yang hanya melakukan perubahan status kependudukan," ungkapnya.

Namun berbeda halnya dengan pemohon pemula atau pemohon yang baru berusia 17 tahun. Karena khusus bagi mereka akan langsung mendapat e-KTP.

Menurutnya dengan kekosongan itu pihaknya telah meminta ke pusat untuk blanko e-KTP. Biasanya sekali meminta sebanyak 5.000 blanko. 

Dengan jumlah permintaan tersebut akan habis dalam waktu dua bulan. “Blanko itu ditargetkan akan datang dalam waktu maksimal satu bulan. Untuk kemudian masyarakat yang menerima suket bisa menukarkannya kembali dengan e-KTP,” jelas Maulidiono.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir meskipun blanko e-KTP, sebab pelayanan akan tetap berjalan dan akan dilakukan.

Namun bagi pemohon perubahan status kependudukan seperti pindah alamat hingga status perkawinan akan mendapat suket. “Gak perlu khawatir karena fungsi suket itu sama saja,” tutupnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->