Pelaku penganiayaan (paling depan) yang sebabkan seorang balita meninggal dunia saat diamankan ke Polsek Bululawang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Pelaku penganiayaan (paling depan) yang sebabkan seorang balita meninggal dunia saat diamankan ke Polsek Bululawang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Korban penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa bertambah. Selain membunuh seorang balita, pelaku yang berinisial SU (40) ini juga menganiaya dua orang keluarga dari bayi perempuan yang berusia sekitar 1,5 tahun tersebut.

Berdasakan laporan kepolisian, balita yang meninggal dunia itu berinisial VA. Kemudian, untuk dua korban lainnya merupakan kakak kandung VA yang berinisial AZ (9) dan kakeknya SN (65). 

Baca Juga : Ibunda Artis Baim Wong Meninggal Dunia

Sebagai informasi, pelaku dan ketiga korban tersebut tinggal berdekatan. Yakni di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

”Ketiga korban yang mengalami luka parah langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Delima,” kata Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiyono.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, lanjut Pujiyono, balita 1,5 tahun itu akhirnya meninggal dunia karena mengalami luka bacokan dibagian leher yang tembus hingga ke dagu. Sedangkan dua korban lainnya sampai saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit yang berlokasi di Kecamatan Bululawang tersebut.

”Selain menyebabkan anak balita meninggal dunia, kakaknya yang umur 9 tahun itu juga mengalami luka robek dibagian kepala belakang. Sedangkan kakeknya mengalami luka robek dibagian kepala bagian atas,” ucap Kapolsek Bululawang sembari mengatakan jika luka tersebut disebabkan karena dibacok oleh pelaku.

Seperti yang sudah diberitakan, pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa ini langsung masuk ke lokasi kejadian saat situasi di dalam rumah sepi. Tanpa basa basi, pelaku langsung membacok balita 1,5 tahun tersebut, saat yang bersangkutan sedang tidur di dalam kamarnya.

”Ketika kejadian, rumah dalam keadaan sepi. Ayah dari balita tersebut sedang bekerja, sedangkan ibunya belanja di depan rumah. Kediaman pelaku dan korban ini berdekatan, rumah korban ada di belakang tempat tinggal pelaku,” terang Kapolsek Bululawang.

Berdasarkan hasil olah TKP (tempat Kejadian Perkara) dan penyidikan polisi, saat kejadian si balita sedang tidur di kamarnya. Sedangkan kakaknya yakni AZ, sedang menonton televisi. Ketika itulah, pelaku langsung membacok kedua korban saat situasi sedang sepi.

”Setelah menganiaya kedua korban (VA dan AZ), pelaku bergegas keluar dari TKP (rumah korban). Pas keluar itu, pelaku bertemu dengan kakeknya dan kemudian menganiayanya dengan cara yang sama. Yakni membacoknya,” terang Pudjiyono.

Ketika menganiaya kakek 65 tahun itulah, warga setempat yang mengetahui kejadian itu bergegas mengamankan pelaku. 

Baca Juga : KKN di Desa Penari Akan Tayang di Bioskop, Tonton Teasernya di Sini

”Kebetulan waktu kejadian, Bhabinkamtibmas saya ada yang membagikan bansos (bantuan sosial) disekitar lokasi kejadian. Akhirnya bersama dengan warga dan perangkat desa, pelaku yang saat itu membawa sabit akhirnya berhasil diamankan,” ucap Pujiyono.

Lantaran terus memberontak, lanjut Pujiyono, pelaku sempat dibawa ke Kantor Desa Kasembon untuk diamankan sementara. 

Namun, meski sudah diikat pelaku tetap berupaya untuk memberontak. ”Karena membahayakan, kami akhirnya berkoordinasi dengan bidan desa untuk memberikan bius penenang untuk mengurangi amukan pelaku,” sambung Kapolsek Bululawang.

Setelah pelaku tenang, polisi akhirnya membawa pria 40 tahun tersebut ke Mapolsek Bululawang. 

”Kasusnya masih dalam penyidikan, selanjutnya pelaku akan kita bawa ke RSJ (Rumah Sakit Jiwa) guna kepentingan penyidikan,” tutup perwira polisi dengan pangkat satu melati dibahu ini.