Sandi saat menunjukkan foto pernikahannya dengan Faunatul Fidayah. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Sandi saat menunjukkan foto pernikahannya dengan Faunatul Fidayah. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Seorang warga Jombang mengaku istrinya dibawa kabur oleh bapak mertuanya sendiri. 

Masalah tersebut kini tedah dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan penculikan.

Kejadian tersebut dialami oleh Sandi Purwanto (31), warga Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Jombang. 

Ia mengaku bahwa istrinya, Faunatul Fidayah (22) dibawa kabur oleh bapak mertuanya sendiri bernama Usman (59), yang juga satu desa dengan Sandi.

Diceritakan Sandi, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/4) lalu. 

Sandi bersama istrinya tiba-tiba didatangi oleh bapak dan ibu mertuanya di tempat tinggalnya di sebuah rumah kos di Dusun Dukuh Sanan, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung.

Bapak mertua Sandi tiba-tiba memarahi Sandi dan istrinya tanpa alasan yang jelas. 

Mertua Sandi juga meminta agar mengakhiri pernikahannya dengan Fidayah yang masih berumur dua bulan itu. 

Sandi menikahi Fidayah pada (18/3), saat itu istrinya berstatus janda dan sudah mempunyai satu anak perempuan berusia 3 tahun.

Dikatakan Sandi, mertuanya juga sempat mengancam istrinya dengan ancaman akan digorok lehernya bilamana tidak menuruti kemauan bapak mertua Sandi atau bapak kandung dari istrinya tersebut.

"Di kos-kosan saya waktu itu ada bapak mertua dan ibu mertua saya. Bapak mertua saya marah minta istri saya menceraikan saya, tapi istri saya tidak mau. Bapak mertua saya mengancam, kalau tidak mau makan akan digorok," terangnya saat ditemui wartawan di kediaman kakaknya di Desa Catakgayam, Senin (11/5) siang.

Cekcok antara Sandi dan mertuanya itu berujung kepada istri dan putrinya dipaksa pulang oleh kedua mertuanya ke rumah di Desa Catakgayam. 

Namun, kepulangan istri Sandi ke rumah mertuanya ini malah menjadi awal dari hilangnya Fidayah.

Dikatakan Sandi, saat itu juga dirinya menyusul istri dan putrinya ke rumah mertuanya. 

Bukannya bertemu, Sandi malah mendapatkan kabar bahwa istri dan putrinya itu dibawa lari oleh Usaman atau bapak mertuanya.

Hingga saat ini, istri Sandi tersebut belum juga kembali ke rumah orang tuanya. 

Ia menduga, istrinya menghilang karena dibawa kabur oleh bapak mertuanya yang tidak setuju atas pernikahan mereka.

"Saat itu juga istri saya dijemput paksa oleh mertua saya untuk dibawa pulang ke rumah Catakgayam. Setelah itu saya juga pergi ke rumah Catakgayam, tapi istri saya sudah tidak ada dibawa kabur bapak. Sampai sekarang belum pulang," tandasnya.

Peristiwa yang dialami oleh Sandi ini kini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. 

Ia melaporkan perbuatan bapak mertuanya tersebut ke Unit PPA Satreskrim Polres Jombang pada Senin (11/5).

Kanit PPA Satreskrim Polres Jombang Iptu Dwi Retno Suharti membenarkan bahwa Sandi telah melaporkan bapak mertuanya ke Polres Jombang. 

Laporan Sandi ini terkait Pasal 333 KUHP tentang perampasan hak atau kemerdekaan seseorang.

"Iya kemarin dia sudah melapor. Ini masih kami selidiki," pungkasnya.(*)