Apk Raqib Atit (Foto:  Republika)
Apk Raqib Atit (Foto: Republika)

Sejak awal hingga pertengahan Ramadan 2020 ini, publik sempat dihebohkan dengan munculnya aplikasi baru bernama Raqib Atit.

Bahkan, perbincangan soal aplikasi tersebut sempat menjadi trending topic Twitter.

Baca Juga : Kisah Pendiri Aplikasi Zoom Eric Yuan yang Makin Kaya Gegara Wabah Covid-19

 

Aplikasi yang mencatut nama sifat malaikat itu diklaim bisa mencatat pahala dan dosa secara manual.

Penggunanya juga bisa mengkalkulasi amalan, seperti menggunakan kalkulator pahala dan dosa.

Salah satu akun Twitter yang mengunggah aplikasi tersebut yakni @mazzini_gsp.

Melalui cuitannya, akun tersebut mengatakan jika malaikat Raqib dan Atid hadir dalam bentuk aplikasi.

"Sekarang malaikat Raqib-Atid hadir dalam bentuk aplikasi buat itung dosa sama pahala kita," tulis akun @mazzini_gsp.

 

 

Tak ayal, munculnya aplikasi itu menimbulkan kontroversi di media sosial.

Hingga akhirnya, aplikasi Raqib Atid ditarik dari Play Store.

Hal itu disampaikan langsung oleh pencipta aplikasi tersebut, Mahmud Fauzi.

“Aplikasinya sudah saya tarik dari Play Store karena banyak kesalahpahaman masyarakat, banyak komentar negatif dan cenderung kasar, serta email yang saya dapat cenderung kasar dan negatif,” ujar Mahmud Fauzi dikutip melalui Tribun Jabar.

Dikatakan Mahmud yang merupakan mahasiswa Teknik Fisika di salah satu perguruan tinggi ini, ide nama Raqib Atid itu muncul dari pemikirannya mengenai apa yang ingin dilakukannya ketika Ramadan tiba.

Dari ide itulah lantas muncul aplikasi tersebut yang hanya dibuat dalam waktu singkat yakni tiga hari.

Ia mengatakan jika tujuan dibuatnya aplikasi itu sebagai alat bantu untuk mencatat perilaku masing-masing.

Baca Juga : Warganet Buat Sketsa Wajah Dokter di Atas Roti, Apresiasi Pejuang Garda Terdepan Covid-19

 

“Untuk introspeksi dan muhasabah diri sesuai definisi yang saya buat, sehingga tujuan dalam deskripsi di app saya yaitu menjadi pribadi yang lebih baik tercapai,” kata dia.

Namun diketahui, sebelum aplikasi tersebut ditarik dari Play Store ternyata sudah banyak diunduh oleh pengguna.

Aplikasi Raqib Atid telah diunduh lebih 5.000 kali dan mendapat rating 4,2.

Terkait viralnya aplikasi ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama ikut memberikan tanggapan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan, sebaiknya masyarakat tidak terlena dengan adanya aplikasi pencatat pahala dan dosa.

Dikarenakan manusia tak bisa mengukur perbuatannya secara pasti akan mendapat pahala atau dosa.

"Kalau dalam keyakinan islam kan memang begitu, ada malaikat yang mencatat kebaikan dan keburukan kita.Untuk zahirnya mungkin kita bisa mengetahui dan mencatatnya tapi untuk batinnya siapa yang tahu," ujarnya.

"Kita sendiri sebagai pelaku mungkin juga tidak bisa karena kadang niat kita sudah bercampur baur. Tapi kedua malaikat tersebut akan bisa mencatatnya dengan baik tanpa ada kesalahan dalam pencatatan dan penilaiannya," lanjut Anwar Abbas dikutip melalui detik.com.

Sementara Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan jika dosa maupun pahala kita di dunia itu adalah urusan Tuhan.

"Dosa itu kan urusan kita dengan Tuhan, pahala urusan kita dengan Tuhan, jadi menurut saya biar lah kita sendiri melakukan komunikasi dengan Tuhan sehingga hubungan kita dengannya bisa sangat privat, personal, dan kemudian kita bisa melakukan evaluasi," ujar Kamaruddin Amin.