Dosen Pendidikan Bahasa Arab UIN Malang Dr Syuhadak MA saat berbicara soal Alquran dan Optimisme dalam acara Syiar Ramadhan UIN Malang. (Foto: istimewa)
Dosen Pendidikan Bahasa Arab UIN Malang Dr Syuhadak MA saat berbicara soal Alquran dan Optimisme dalam acara Syiar Ramadhan UIN Malang. (Foto: istimewa)

Hidup di dunia memang hanya sementara, seperti dalam falsafah Jawa, urip mung mampir ngombe. 

Artinya, hidup hanya sekedar mampir minum. Ungkapan yang menggambarkan betapa hidup manusia itu sangat singkat. Sesingkat kita mampir minum.

Baca Juga : Tips Hadapi Masa Sulit, Dosen UIN Malang: Baca Ar-Rum dan Temukan Optimisme di Al-Qur'an

Untuk itu, kita harus menyiapkan bekal agar hidup kita di akhirat nanti bahagia. Meski demikian, bukan berarti hidup kita di dunia tak boleh bahagia. Hidup di dunia juga harus bahagia.

Hal ini disampaikan oleh Dosen Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) Dr Syuhadak MA saat berbicara soal Al-Qur'an dan Optimisme.

"Secara keseluruhan Al-Qur'an itu adalah optimis. Optimis untuk hidup baik, benar, dan bahagia, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat," ucapnya Dosen Fakultas Tarbiyah tersebut.

Hal ini tertera dalam Surat Al-Qasas Ayat 77.

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."

"Kita harus optimis dengan apa yang sudah diberikan oleh Allah; usia, waktu, kesehatan, ilmu, rezeki, dan sebagainya. Dengan modal hidup yang sudah diberikan oleh Allah ini raih kebahagiaan di akhirat, tapi jangan lupa bahwa kita juga hidup di dunia, kita juga harus bahagia di dunia," papar Syuhadak.

Baca Juga : Salat Tarawih Tercepat Hanya Ada di Indonesia, Bagaimana Menurut PDM Muhammadiyah?

Bahkan, lanjutnya, semua doa baik yang ditulis dalam Al-Qur'an maupun yang pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW semua adalah doa optimis.

"Semuanya itu intinya adalah optimis. Jadi, umat Islam punya dua optimis, yakni optimis bahagia di dunia dan optimis untuk bahagia di akhirat," tandasnya.

Syuhadak menjadi salah satau narasumber dalam diskusi tematik "Al-Qur'an dan Optimisme" pada acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. Selain Syuhadak, terdapat 3 dosen lain yang menjadi pembicara, yakni Dosen Sastra Inggris Fakultas Humaniora Dr Syafiyah MA,
Dosen Pendidikan Bahasa Arab Dr Uril Bahruddin MA, dan Dosen Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Dr Sri Harini MSi.

Acara yang disiarkan setiap hari ini digelar di hall Rektorat UIN Malang. Jumlah peserta yang datang terbatas dan tetap memperhatikan physical distancing. Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bertindak langsung sebagai host.