Buronan KPK  Harun Masiku (Foto:  Tempo)
Buronan KPK Harun Masiku (Foto: Tempo)

Informasi kembali datang dari hasil pencarian buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Masiku.

Belakangan ini, marak beredar kabar jika Harun Masiku diduga telah meninggal dunia.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid-19, Kapolresta Banyuwangi Minta Warga Tak Mudah Terprovokasi

Dugaan itu muncul karena sama sekali tidak ada jejak dalam pencarian Harun Masiku.

Hal itu berbeda dengan buronan KPK Nurhadi yang sempat terlacak di beberapa masjid hingga apartemen.

Kini muncul kabar jika Harun Masiku diduga meninggal karena dibunuh.

Kabar tersebut disampaikan oleh Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi, Boyamin Saiman.

Harun Masiku merupakan tersangka kasus suap pergantian antar waktu (PAW) Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.

Ia diduga memberikan suap kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Bahkan muncul isu jika Harun Masiku meninggal karena ditembak agar tak membuka data korupsi yang mengarah pada para petinggi.

Boyamin Saiman pun berkomentar soal kemungkinan Harun Masiku dibunuh dengan cara ditembak.

"Ya matinya itu kan macam-macam, paling gampang kan memang ditembak mati," kata Boyamin dikutip melalui Kompas Tv.

Baca Juga : Sempat Tukar Uang Rp 3 Miliar Selama Jadi Buronan KPK, Nurhadi Belum Ditemukan

Lebih lanjut, Boyamin mengatakan jika dugaan Harun Masiku yang dibunuh guna untuk membungkam agar tak membuka kasus korupsi pejabat lain.

"Jadi kemudian pada posisi inilah kemudian banyak orang yang berkeinginan 'Udahlah, dia mati aja lebih baik daripada nanti buka-buka'. Karena dia ke mana-mana nampaknya juga tidak beres," ujar Boyamin. 

Maraknya kabar soal isu pembunuhan terhadap Harun Masiku membuat KPK angkat bicara.

Plt Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri mengatakan bahwa pihaknya hingga kini masih melakukan proses penyidikan terhadap Harun Masiku.

Diakui Ali Fikri, jika KPK hingga kini masih belum menerima bukti valid mengenai isu meninggalnya Harun Masiku.