Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Jazirah Arab bukan hanya dihuni oleh satu suku saja, melainkan banyak suku dengan adat dan kebiasaan yang berbeda-beda. Dari sisi tampilan fisik pun beragam, kondisi ini juga serupa dengan Indonesia.

Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS dalam sebuah kesempatan menyampaikan, ada banyak keteladanan dari Rasulullah yang bisa ditiru dalam kehidupan sosial seperti ini. 

Salah satunya adalah sikap cinta kasih terhadap keberagaman yang ditunjukkan Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

UAS menyebut, Rasulullah SAW telah memberikan teladan dalam hal keberagaman melalui syiarnya yang selalu diiringi oleh para sahabat yang tak hanya berasal dari satu suku saja. 

Melainkan, para sahabat yang turut mendampingi Rasulullah SAW berasal dari daerah dan latar belakang yang berbeda.

"Namun semua dipersatukan dengan kalimat syahadat," katanya dilansir dari channel YouTube AswajaTV.

Para sahabat Rasulullah yang turut mendampingi Rasulullah SAW dalam menyebarkan syiar Islam ada yang berasal dari Madinah, Romawi, Ethiopia, bahkan Afrika Utara. 

Perbedaan etnis dan latar belakang dari para sahabat pada akhirnya memperkokoh syiar Islam saat itu hingga hari ini.

Dia juga menyampaikan jika Islam tak mengenal kekerasan. 

Sebagaimana teladan yang juga disebutkan dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW dan para sahabat selalu tegas dengan setiap keputusan yang diambil.

"Bukan kekerasan, tapi Rasulullah SAW mengajarkan ketegasan. Seperti para sahabat, selalu tegas kepada kafir saat itu dan berkasih sayang terhadap sesama umat muslim. Tidak perduli latar belakang dan suku mereka," terang UAS.

Keberagaman itu selalu ditegaskan Rasulullah bukan sebagai sebuah masalah. 

Namun semua dipersatukan melalui semangat yang sama untuk membela Islam. 

"Orang beriman itu tegas bukan keras dan ekstrem," terang UAS.