Tong untuk memilah sampah organik atau non organik (istimewa)
Tong untuk memilah sampah organik atau non organik (istimewa)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memiliki harapan ke masyarakat  bisa melestarikan alam dengan belajar menanam. Tak hanya itu DLH Kota Malang juga berharap masyarakat semakin bijak dengan memilah sampah organik ataupun non organik.

Terutama di masa pandemi Covid-19, dimana masyarakat memiliki waktu luang banyak di rumah untuk bisa mewujudkan harapan itu. Khususnya terkait kegiatan memilah sampah rumah tangga.

Baca Juga : Hotel dan Tempat Wisata di Kota Batu Buka Juni 2020, Dewanti Rumpoko: Jika PSBB Berhasil

"Coba sekarang mulai bijak, memilah sampah organik dan non organik," ucap Kepala DLH Kota Malang, Rinawati.

Menurut Rinawati, pemilahan sampah ini bisa berguna bagi masyarakat sendiri. Karena manfaatnya juga bisa digunakan untuk dibuat pupuk kompos jika sampah organik dan bisa di daur ulang jika non organik.

"Kedua jenis sampah itu bisa di pola. Sampah organik bisa menjadi kompos dan non organik bisa didaur ulang," katanya.

Hal-hal ringan yang bersifat positif itu bisa dilakukan masyarakat Kota Malang, terlebih saat ini sudah diterapkan PSBB. Sehingga ada suatu kegiatan yang mengisi waktu luang agar mendapatkan hasil yang juga bermanfaat.

"Ketika itu terjaga, pasti bumi akan lestari. Minimal Kota Malang dulu akan lebih indah. Mulai sampahnya bisa dimanfaatkan, lalu masyarakat bisa menanam sehingga ekosistem juga terjaga," pungkasnya.

Baca Juga : Tak Larang Ibadah di Masjid Selama PSBB Malang Raya, Sutiaji Ingatkan ini Pada Jamaah

Sebelumnya, DLH Kota Malang berharap ada suatu gerakan dari masyarakat untuk menanam. Hal itu dimaksudkan agar kondisi udara semakin bagus, karena saat ini jarang sekali kendaraan keluar rumah.