Ilustrasi saat petugas menghentikan travel gelap di pos check point (Ist)
Ilustrasi saat petugas menghentikan travel gelap di pos check point (Ist)

Selama penjagaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Malang yang berlangsung tiga hari ini, petugas sempat menemukan adanya satu travel gelap atau travel tanpa trayek, Senin (18/5/2020) kemarin.

Mobil yang terjaring dalam pemeriksaan PSBB tersebut merupakan mobil minibus ber plat L Surabaya. Saat terjaring pemeriksaan mobil minibus tersebut kedapatan membawa lima penumpang dari luar Malang Raya.

Baca Juga : Hari Kedua PSBB Malang Raya, Terdapat 80 Lebih Pelanggar di Check Point Bakpau Telo Lawang

"Mereka dari Surabaya mau ke Kota Malang. Saya lihat identitasnya Ciamis, namun mau kembali kesana katanya juga nggak bisa, akhirnya balik ke Malang," ungkap Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Priyanto, Selasa (19/5/2020).

Lanjutnya, saat digali informasi lebih lanjut terhadap para penumpang travel gelap tersebut, mereka mengaku jika selama ini tinggal di rumah saudaranya di Kota Malang.

Selain itu, mereka mengaku juga bekerja di Kota Malang. Namun saat itu, ketika dimintai surat keterangan kerja di Kota Malang, mereka masih belum bisa menunjukan surat tersebut.

"Mereka akhirnya menghubungi saudaranya yang di Kota Malang untuk membuatkan surat keterangan ke wilayah setempat dan benar-benar bekerja di Kota Malang. Mereka kami minta untuk menunggu di pos, dan selang beberapa lama keluarganya pun datang membawa surat keterangan," terangnya.

Orang-orang tersebut kemudian diantarkan petugas ke alamat yang dituju dengan menggunakan mobil Dishub. Sementara untuk mobil atau travel gelapnya meskipun diarahkan putar balik, namun juga tetap menerima sanksi dengan sanksi tilang.

Baca Juga : Dinilai Tidak Tepat Sasaran, BEM Malang Raya Minta Dilibatkan Dalam Penyaluran Bansos

"Mobil kami suruh putar balik. Kalau mobil di luar Jawa Timur, misal dari Jakarta akan kami amankan sementara," pungkasnya.