Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat merilis ungkap kasus penipuan dan kemudian membawa kabur sepeda motor ke luar kota di Mapolres Malang, Rabu (13/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat merilis ungkap kasus penipuan dan kemudian membawa kabur sepeda motor ke luar kota di Mapolres Malang, Rabu (13/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

Street crime atau kejahatan jalanan merupakan aksi kriminal yang terus terjadi di wilayah Kabupaten Malang dikhawatirkan akan meningkat selama masa Lebaran 2020 ini. 

Hal ini akan jadi prioritas oleh jajaran kepolisian Polres Malang untuk ditindak karena sangat meresahkan masyarakat di tengah kondisi pandemi Covid-19. 

Baca Juga : Hati-Hati Parkir Sepeda Branded, Maling Ngerti Sepeda Mahal

Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Kapolres Malang AKBP Hendri Umar beberapa waktu lalu saat merilis ungkap kasus penipuan. 

Saat itu, tersangka membawa kabur sepeda motor korban dengan dalih meminjam kendaraan tersebut tetapi tidak kembali.

Kasus itu pun disebut merupakan contoh modus kejahatan jalanan yang menjadi prioritas jajaran Polres Malang untuk ditindak tegas. 

"Itu sudah menjadi prioritas saya, menjadi prioritas Kasat Reskrim kejahatan jalanan street crime ini harus yang paling dulu kita prioritaskan untuk ditanggulangi," ucap Hendri di Mapolres Malang. 

Baca Juga : 6 Penjual Serbuk Mercon Dibekuk, Sanksi 20 Tahun Penjara Menanti

Hendri menyebutkan, beberapa contoh kejahatan jalanan ataupun kejahatan konvensional yang seringkali membayang-bayangi masyarakat Kabupaten Malang seputar pencurian dengan beragam cara dan bermacam-macam target operasi pencurian.

"Kejahatan-kejahatan konvensional seperti contohnya curanmor, curas, curat, jambret, ataupun pencurian di rumah atau di Indomaret (mini market) kita juga ada beberapa kali LP yang sedang kita tangani itu terus mengalami peningkatan," ujarnya. 

Menurutnya, pandemi Covid-19 berdampak terhadap jumlah peningkatan kasus kejahatan jalanan.

Hendri mengungkapkan bahwa selain pandemi Covid-19 yang berdampak pada peningkatan jumlah angka kejahatan jalanan, faktor momen mendekati hari raya lebaran yang membuat seseorang gelap mata untuk memenuhi kebutuhan saat perayaan hari raya lebaran dengan cara mencuri.

"Tolong disampaikan kepada seluruh masyarakat kondisi saat ini kita semua dalam masa prihatin dengan adanya penyebaran virus corona ini. Kemudian, ini juga saat-saat kita menjelang pelaksanaan lebaran jadi ini pasti akan berbanding lurus. Akan banyak orang yang terdampak akibat ini, akhirnya kehilangan pekerjaan dan akan berbanding lurus dengan terjadinya peningkatan kriminalitas," ungkapnya. 

Mantan Kasubagbungkol Spripim Polri mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang agar selalu waspada dan berhati-hati terhadap barang yang digunakan pada masa pandemi Covid-19 yang berdekatan dengan hari raya lebaran. 

Jangan sampai barang yang kita gunakan atau yang kita miliki, dibiarkan lengah atau tidak aman. Karena hal-hal tersebut dapat memancing aksi kriminal yang dilakukan oleh seseorang. 

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar lebih waspada. Jadi, tolong upaya pencegahan sepeda motor jangan ditaruh sembarangan. Kemudian juga keamanan dirumahnya, yang biasanya satu sekarang di dobel (gemboknya) jadi dua," ujarnya.

Lebih lanjut Hendri menambahkan bahwa kendaraan yang sering digunakan untuk beraktifitas agar di cek selalu untuk memastikan kendaraan tidak mengalami kendala. 

Upaya pencegahan juga diterapkan saat seseorang akan pergi ke tempat keramaian contohnya pasar, agar menjaga dan mengamankan dengan baik barang-barang berharga seperti handphone, uang dan lain-lain.

"Kemudian kendaraan yang setiap hari digunakan untuk aktifitas, dicek. Jangan dibiarkan lengah, itu dapat memancing terjadinya kriminalitas. Kalau belanja ke pasar tolong membawa tasnya hati-hati. Handphone benar-benar dijaga untuk kita mencegah terjadinya kejahatan yang sekarang mengalami tren peningkatan ini," pungkasnya.