PD Muhammadiyah Kabupaten Malang taat pada fatwa PP Muhammadiyah terkait pelaksanaan ibadah Salat Idul Fitri yang dilakukan di rumah masing-masing untuk mencegah wabah Covid-19. (Foto: twitter @muhammadiyah)
PD Muhammadiyah Kabupaten Malang taat pada fatwa PP Muhammadiyah terkait pelaksanaan ibadah Salat Idul Fitri yang dilakukan di rumah masing-masing untuk mencegah wabah Covid-19. (Foto: twitter @muhammadiyah)

Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang telah mengeluarkan keputusan agar jamaah melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing.

Meskipun, pada tahun-tahun sebelumnya salat Id dilaksanakan berjamaah di tanah lapang maupun masjid. 

Baca Juga : Ini Kebijakan Pemkot dan Pemkab Madiun Terkait Salat Idulfitri

Keputusan tersebut diambil sesuai dengan fatwa Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah.

Fatwa tersebut dikeluarkan dalam bentuk Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 02/EDR/I.0/E/2020 tentang Tuntunan Ibadah Dalam Kondisi Darurat Covid-19.

Surat edaran tersebut juga merinci 19 poin dasar-dasar dari Al-Qur'an dan Hadits yang menerangkan mengenai kegiatan ibadah di tengah wabah penyakit.

Dalam poin ketiga, dijelaskan bahwa usaha aktif mencegah penularan Covid-19 merupakan bentuk ibadah yang bernilai jihad.

Sebaliknya, tindakan sengaja yang membawa pada risiko penularan merupakan tindakan buruk atau zalim.

Maksud pernyataan tersebut juga sesuai dengan QS Al-Maidah [5] ayat 32, yang artinya berbunyi sebagai berikut;

"Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi , maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia gelah memelihara kehidupan manusia semuanya," arti dari ayat dalam surah tersebut.

Selain ayat tersebut, juga terdapat pada poin kelima terkait pencegahan penularan Covid-19 yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia yang tertuang dalam HR Al-Bukhori yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibn Amir.

"Dari Abdullah Ibn Amir (diriwayatkan) bahwa Umar pergi menuju Syam. Ketika sampai di wilayah Sargh, ia mendapatkan kabar tentang wabah yang sedang terjadi di Syam. Abdul ar-Rahman Ibn Auf lalu menginformasikan kepada Umar bahwa Nabi suatu ketika pernah bersabda: Apabila kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika wabah itu terjadi di tempat kamu berada, maka jangan keluar (pergi) dari tempat itu," tulis terjemahan dari hadits tersebut.

Baca Juga : Pemkot Kediri Resmi Keluarkan Maklumat Bersama Salat Idulfitri di Rumah Saja

Berdasarkan fatwa yang telah dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Haedar Nashir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan ibadah rutin yang selalu dilakukan setiap Hari Raya Idul Fitri secara berjamaah.

Meskipun dalam pandangan Islam, seperti salat Idul Fitri hukumnya Sunnah Muakkad dengan melaksanakan di tanah yang lapang sesuai ajaran Rasulullah, tetapi untuk saat ini terdapat banyak pertimbangan yang harus ditaati oleh masyarakat Indonesia.

"Apabila sampai bulan Syawal wabah Covid-19 masih belum juga mereda, maka menurut Tarjih Muhammadiyah kita tidak perlu menunaikan salat Idul Fitri. Kegiatan-kegiatan lain, takbir keliling dan syawalan bahkan mudik juga tidak perlu dilakukan," ucapnya dalam video imbauan kepada umat Muslim yang ada di Indonesia.

Ketua PDM Kabupaten Malang, Mursidi menuturkan bahwasannya untuk Hari Raya Idul Fitri tahun ini, untuk pelaksanaan salat Idul Fitri harap dilakukan di rumah masing-masing dengan berdasarkan fatwa dari PP Muhammadiyah yang di dalamnya terdapat dasar-dasar dari Al-Qur'an dan Hadits.

"Menurut Fatwa PP, PW Muhammadiyah, tidak mengadakan kegiatan yang dimaksud (takbir keliling, salat Idul Fitri di tanah lapang dan kegiatan khusus yang melibatkan banyak orang). Semua pertemuan dilaksanakan dengan daring," tuturnya saat dikonfirmasi pewarta, Rabu (20/5/2020).

Pihaknya menegaskan bahwa di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang sedang menyerang Indonesia khususnya di Kabupaten Malang, pihaknya akan mentaati fatwa dari PP Muhammadiyah berkaitan pelaksanaan salat Idul Fitri.

Meskipun dari Pemerintah Kabupaten Malang memperbolehkan melaksanakan salat Idul Fitri di tanah lapang maupun di masjid dengan memperhatikan protokol kesehatan, PDM Kabupaten Malang tetap taat pada fatwa PP Muhammadiyah yang tertuang dalam Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 02/EDR/I.0/E/2020 tentang Tuntunan Ibadah Dalam Kondisi Darurat Covid-19.