Ulama Tafsir Indonesia, Quraish Shihab. (Foto: Screenshot)
Ulama Tafsir Indonesia, Quraish Shihab. (Foto: Screenshot)

Sebagai manusia, kita pasti pernah marah. Marah merupakan emosi yang normal. Kemarahan biasanya muncul dari banyak hal, misalnya kecewa, frustasi, atau terganggu. Lantas bagaimana sebaiknya kita menyikapi orang yang melakukan keburukan kepada kita?

Ulama tafsir Indonesia Quraish Shihab membeberkan cara bagaimana kita menyikapi marah. Langkah pertama adalah menahan diri untuk tidak marah.

Baca Juga : MURI Beri Penghargaan Khotmil Qur’an Kubro dan Nuzulul Qur’an Daring

"Kalau harus marah jangan sampai nampak di muka. Kalau harus nampak di muka jangan sampai terucap satu ucapan yang buruk. Kalau terpaksa harus terucap ucapan yang buruk jangan melampaui batas," paparnya dalam program Narasi.

Namun, apabila harus mengucapkan kata yang tidak baik, jangan sampai tangan Anda bergerak. Satu hal yang harus diingat adalah, kesalahan yang dilakukan orang lain bisa juga kita lakukan lebih besar dari itu.

Jadi, kalau ada orang melakukan keburukan kepada kita, langkah pertama adalah tahan, jangan marah. Kalau harus marah jangan sampai nampak di muka. Kalau harus nampak dibuka jangan sampai terucap satu ucapan yang buruk.

Kalau terpaksa harus terucap ucapan yang buruk jangan melampaui batas. Kalau harus mengucapkan kata yang melebihi ucapan orang lain, jangan sampai tangan Anda bergerak. Itulah tuntunan dari Allah.

Perlu diketahui, muslim juga tidak boleh mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.

Baca Juga : Jangan Hanya Mikir Akhirat, Pakar UIN Malang: Al-Qur'an Juga Suruh Kita Bahagia di Dunia

"Itu hadis sahih. Agama ini realistis, dia tidak larang orang marah, boleh marah tapi tahan amarah. Boleh membalas tapi yang setimpal. Tetapi itu belum mencapai kesempurnaan. Kalau mau kesempurnaan, berbuat baiklah kepada dia," pungkasnya.