Susi Pudjiastuti (Foto: IG susipudjiastuti115)
Susi Pudjiastuti (Foto: IG susipudjiastuti115)

Susi Pudjiastuti masih kerap menjadi sorotan publik meski sudah tak menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. 

Mantan Menteri KKP periode 2014-2019 ini kerap menyoroti perkembangan bangsa Indonesia terlebih dalam bidang kelautan. 

Susi kerap kali menyampaikan pendapatnya melalui media sosial Twitternya. 

Baca Juga : Beli Kendaraan Bekas, Pastikan Keaslian BPKB-nya, Berikut Ciri-Cirinya

 

Kali ini, Susi pun kembali memiliki ide cemerlang untuk turut membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. 

Perempuan asal Pangandaran ini diketahui telah menjual kaus dan juga dua buah buku. Uniknya, kaus tersebut bertuliskan 'Tengggelamkan' yang merupakan kata-kata khas Susi saat beraksi menjadi Menteri KKP.  

 

Detail
Foto: tokopedia

Sedangkan, dua buah buku berjudul Laut Masa Depan Bangsa : Transformasi Kelautan & Perikanan 2014-2019 dan Laut Masa Depan Bangsa : Kedaulatan, Keberlanjutan, Kesejahteraan. 

Namun ada tulisan menarik lainnya di lapak penjualan yakni "belanja online aman dan nyaman di Susi Merchandise, Pangandaran - Tidak Beli? Saya Tenggelamkan!".

Penjualan Susi itu ia umumkan di Twitternya pada Rabu (26/5/2020).

Dalam keterangannya, kays berwarna hitam itu dijual dengan harga senilai Rp 150 ribu. Sedangkan kedua buku dijual senilai Rp 125 ribu dan Rp 200 ribu. 

Baca Juga : Najwa Shihab Kritik Menteri Yasona Soal Wacana Pembebasan Napi Koruptor, "Mba Nana" Ramai di Twitter

 

Melalui cuitannya Susi juga menjelaskan jika hasil dari penjualan itu nanti akan disumbangkan untuk sebuah organisasi yang terdapak Covid-19. 

"Kawan-kawan, bagi yang ingin membeli buku dan kaus tenggelamkan bertandatangan saya sekarang bisa langsung beli di https://tokopedia.com/susimerchandise. Keuntungannya akan disumbangkan untuk organisasi Pandu Laut Nusantara dan masyarakat yang ekonominya terdampak pandemik COVID 19 ini," tulis Susi. 

Diketahui, Pandu laut Nusantara merupakan sebuah organisasi yang bergerak kolektif secara independen berbasis sukarelawan dan memiliki kesadaran untuk menjaga dan merawat laut Indonesia.