Ilustrasi kebakaran (istimewa)
Ilustrasi kebakaran (istimewa)

Selama pandemi Covid-19 di Kota Malang, terdapat beberapa hal yang mungkin tak terpublikasi secara luas. Yakni, penurunan angka kecelakaan dengan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) serta penurunan kejadian 65 alias kebakaran di Kota Malang.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Teguh Budi Wibowo membenarkan adanya penurunan kejadian kebakaran yang terjadi di Kota Malang akibat adanya wabah Covid-19.

Baca Juga : New Normal, Pemkab Malang Bakal Bagikan Ribuan Masker Kain

"Betul kebakaran menurun. Tapi untuk angka realnya saya lupa," ucapnya, Minggu (31/5/2020).

Dijelaskan Teguh, angka penurunan peristiwa 65 itu bisa dilihat dari rerata kejadian kebakaran dalam sebulan. Yaitu antara dua sampai tiga kejadian kebakaran di Kota Malang. 

"Dengan data itu selama pandemi Covid-19, kebakaran angkanya dibawah jumlah tersebut," ujarnya.

Walau mengalami penurunan, Teguh menegaskan pihaknya terus siap siaga mengantisipasi tingginya intensitas kebakaran pada bulan-bulan puncak.

"Biasanya dibulan Juli intensitas kebakaran mulai terasa mas. Tapi harapan dari Damkar tidak terjadi kebakaran," ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika penurunan kejadian selama wabah ini, memang dikarenakan faktor dari kegiatan masyarakat yang berkurang.

Baca Juga : Satu Pasien Covid-19 di Magetan Dinyatakan Sembuh

Selain itu, faktor lainnya tingkat kesadaran masyarakat mengenai upaya pencegahan dan penyebab kebakaran sudah banyak mulai dipahami masyarakat, sehingga mereka semakin berhati-hati.

Sementara itu, untuk total kejadian kebakaran selama bulan Januari 2020 hingga bulan Mei 2020, disebutkannya jika kejadian kebakaran terjadi sebanyak 17 kali.

"Yang terpenting, saat ini masyarakat harus waspada dan menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan kejadian kebakaran. Kalau kebakaran banyak, jelas perekonomian, keamanan dan pembangunan  sangat terganggu," pungkasnya.