Tiga dari Empat Korban Kebakaran di Batu dikenal sebagai Sisiwi yang Baik di Sekolah

Sosok ketiga korban yang merupakan siswi-siswi SD Ar-Rohmah (centang kuning) akibat  kebakaran di Jl Hasanudin No 35A RT 02 RW 05, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Foto: Istimewa)
Sosok ketiga korban yang merupakan siswi-siswi SD Ar-Rohmah (centang kuning) akibat kebakaran di Jl Hasanudin No 35A RT 02 RW 05, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Foto: Istimewa)

BATUTIMES - Kejadiaan naas yang menimpa keluarga Abdullah. warga Jl Hasanudin No 35A RT 02 RW 05, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu akibat kebakaran Selasa malam (23/7), menyisakan kesedihan mendalam bagi pihak SD Alam Ar-Rohmah.

Ya, tiga sisiwinya -Rahma Ramadhan (kelas 4E), Nellah Fatimah Sholehah (kelas 3C), dan Annisa Dzakirah (kelas 1B)-  meninggal dalam kejadian tersebut.

Waka Kesiswaan SD Alam Ar-Rohmah Eko Wahyudi menyatakan,  pihak sekolah dan lembaga amat sangat berduka dari kejadian tersebut. Terlebih korban adalah satu keluarga. Dari informasi yang dia dapatkan melalui guru dan sisiwi-siswinya, ketiga bocah ini dikenal dengan pribadi yang baik dan tidak pernah membuat gaduh.

"Keseharian anak-anak ini di sekolah alhamdulillah memang dari keluarga yang baik. Jadi, insya Allah dari keseharian mereka termasuk anak yang baik. Makanya kita juga sangat berduka. Apalagi kondisinya satu keluarga begitu. Kami dari lembaga juga turut berbela sungkawa atas ananda ini," ujar dia saat ditemui MalangTIMES, Rabu (24/7).

Menurut Eko, seorang guru di SD Alam Ar-Rohmah yang bernama Indah Ningsih pagi tadi bercerita kejadian yang sedikit aneh dari salah satu korban, yaitu Rahma Ramadhan (4E). "Jadi, salah satu ustadzahnya juga, saya lupa mengajar mata pelajaran apa, biasanya sosok Ama (panggilan korban) biasa-biasa saja. Tapi kebetulan kemarin (Selasa, 23/7) saat di sekolah, tiba-tiba ustadzah Indah ini memeluk sang anak ini," imbuhnya.

Tak hanya itu. Salah seorang sisiwi yang sekelas dengan salah satu korban, yakni Aira Khanza, mengaku cukup dekat dengan Ama (panggilan korban). Mendengar kejadian tersebut, Aira bercerita jika Ama merupakan sosok pendiam. Namun kemarin saat di sekolah ia merasakan hal yang berbeda.

"Iya, biasanya pendiam. Tapi kemarin seperti kayak jadi ketua kelas kita. Semua teman diajak untuk segera salat berjamaah. Katanya, ayo salat berjamaah gitu," ungkap dia.

Dalam  kebakaran tersebut, ada 4 korban meninggal. Keempat anak ini merupakan saudara kandung  dari pasangan Abdullah-Herlina.

Pewarta : Arifina Cahyati Firdausi
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->