Begini Cerita Upaya Warga saat Memadamkan Kebakaran Rumah di Batu sebelum PMK Datang

Kondisi rumah kontrakan Abdullah yang terbakar di Jalan Hasanudin No 35A RT 02 RW 05, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu (24/7/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kondisi rumah kontrakan Abdullah yang terbakar di Jalan Hasanudin No 35A RT 02 RW 05, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu (24/7/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Teriakan  Herlina (34) di tengah jalan langsung direspons oleh warga di Jalan Hasanudin, Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo. Ya sebelum tim pemadam kebakaran tiba di lokasi, warga berupaya memadamkan api kurang lebih 90 menit. 

Mulanya Herlina sambil menggendong anak bayinya itu meminta pertolongan kepada warga karena mengetahui rumah kontrakannya terbakar. Warga pun langsung keluar setelah listrik padam pukul 18.30-21.00.

Kejadian kebakaran itu terjadi usai listrik menyala. Tidak hanya bapak-bapak, namun ibu-ibu pun berbondong-bondong memadamkan api.

Peralatan seadanya seperti kaleng dan peralatan rumah tangga pun dijadikan wadah untuk mengambil air. “Semua ibu dan bapak-bapak gotong-royong padamkan api. Apa pun dipakai,” ungkap seorang warga, Yuli Ainun.

Selain memadamkan api, sebagian warga berupaya mengeluarkan tabung gas elpiji yang berada di dapur. Juga sepeda motor dikeluarkan oleh warga.

“Pokoknya seperti benda yang membuat api semakin besar dikeluarkan oleh warga. Gas elpiji sama sepeda motor dikeluarkan langsung karena posisi api sudah besar,” ucapnya, Rabu (24/7/2019).

Suami Yuli yang juga ketua RT 02, yakni Nur Fatoni, langsung memiliki inisiatif untuk melihat kondisi korban yang meninggal. Ya Fatoni sempat menyiram badan korban yang meninggal.

Sayangnya saat itu kondisi anak sudah tengkurap hangus terbakar. Seketika saat itu api pun menyulut kembali dengan kobaran yang cukup besar. “Anak yang lainnya juga terngkurap. Saat tim mengambil jenazah lengket di besi kasur,” cerita kepada MalangTIMES. 

Bahkan, agar tidak menjalar, salah satu warga sempat naik di atap rumah untuk menghancurkan plafon yang ada di dalam agar tidak menjalar. “Salah satu warga itu naik ke atas ya posisi api besar. Turun supaya api tidak menjalar ke rumah warga,” jelas perempuan 33 tahun ini. 

Selama kurang lebih satu jam itu, puluhan warga berupaya memadamkan api hingga tim pemadam kebakaran pukul 22.05 tiba di lokasi. Sayangnya nyawa anak pertama hingga keempat pasangan Abdullah- Herlina meninggal dunia di kamar masing-masing.

Mereka Rahma Ramadhani (10), Na’illah Fathinah Sholihah (9), Anisa Dzahro (7) -ketiganya sekolah di tempat yang sama,yakni di Ar-Rohmah di Kecamatan Dau- dan Naufal Nasrulloh (6), siswa di TK Al-Hidayah Kecamatan Dau.

Kebakaran hebat itu terjadi diduga bersumber dari sebuah lilin yang dinyalakan di kamar. Kemudian lalai dan menyambar benda di kamar sehingga menyulut api yang cukup besar. Dalam kejadian itu,  kedua orangtua selamat beserta kedua anak terakhir. 

Rencananya warga akan melakukan doa bersama di halaman rumah yang terbakar tersebut. “Rencananya malam ada tahlilan di halaman rumah,” tutup Yuli.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->