Keluarga Menolak Otopsi, Empat Ambulans Antar Jenazah Korban Kebakaran di Batu

Jenazah empat korban yang selesai dikafani dan akan dibawa ke rumah duka. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Jenazah empat korban yang selesai dikafani dan akan dibawa ke rumah duka. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

BATUTIMES - Empat anak yang menjadi korban kebakaran di rumah kontrakan  Jalan Hasanuddin 35 A RT 2 RW 5 Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, saat ini telah selesai dimandikan maupun dikafani oleh petugas kamar jenazah RSSA Kota Malang.

Saat ini, proses pemulangan keempat jenazah ke Kota Batu tengah berlangsung dengan menggunakan empat ambulans sekaligus dan dikawal mobil polisi.
Jenazah rencananya akan disalati terlebih dulu di sebuah masjid di kawasan Junrejo.

Satu per satu jenazah anak yang menjadi korban dimasukkan dalam ambulans. Meski sudah terkafani, kondisi kaki para korban masih tampak menekuk dan agaknya sulit untuk diluruskan.

Dokter Icang Sarrazin, kabid pelayanan sumber daya kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, mengungkapkan, meskipun dibawa ke ruang otopsi, keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah.

"Keluarga menolak untuk divisum. Nanti langsung dibawa ke masjid dulu. Ada empat ambulans yang akan membawa jenazah korban," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Junrejo AKP Supriyanto membenarkan bahwa pihak keluarga menolak otopsi. Pihak keluarga mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai sebuah musibah.

"Keluarga menolak untuk otopsi karena menganggap murni musibah dan mengikhlaskan kepergian 4 anaknya," ucap dia.

Sebelumnya, kebakaran rumah kontrakan di Jalan Hasanuddin Nomor 35 A RT 2 RW 5 Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu menghebohkan warga setempat. Pasalnya, di dalam rumah, masih terdapat empat anak yang belum bisa keluar meski api telah membesar.

Kebakaran terjadi akibat lilin yang dinyalakan karena adanya pemadaman listrik. Setelah api berhasil dipadamkan, empat tubuh anak pemilik rumah ditemukan dalam keadaan terbujur kaku di dalam kamar.

Sementara itu, Abdullah, ayah korban yang datang ke kamar jenazah RSSA Kota Malang, enggan memberikan komentar kepada media. Dari raut wajahnya, terpancar jelas aura kesedihan yang sangat mendalam. Sesekali, sembari menunggu empat anaknya selesai dimandikan dan dikafani, ia nampak termenung duduk di kursi tunggu.

 

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->