Prosesi salat jenazah yang dilakukan oleh para santri dan masyarakat umum kepada jenazah, serta memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum KH. Achmad Farihin, Senin (29/6/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Prosesi salat jenazah yang dilakukan oleh para santri dan masyarakat umum kepada jenazah, serta memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum KH. Achmad Farihin, Senin (29/6/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

Berita duka datang dari sosok Ulama Khos Singosari Malang, yang mempunyai peran besar dalam mencetak santri-santri besar dan bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa.

Suasana cerah dan sejuk turut serta menghantarkan kepergian jenazah almarhum ke peristirahatan terakhirnya.

Baca Juga : Tambahan Tiga Pasien Positif di Kota Batu Semuanya Wanita, Dua Sembuh

 

Sosok yang telah mempunyai andil besar tersebut yakni KH. Achmad Farihin Muhsan yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fattah Singosari, Kabupaten Malang yang juga menjabat sebagai Wakil Rais Syuriyah PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur.

KH. Achmad Farihin Muhsan meninggal dunia pada 07 Dzulqo'dah 1441 Hijriah atau bertepatan pada hari Senin (29/6/2020) sekitar pukul 10.30 WIB dalam usia 57 tahun.

Sekitar pukul 15.00 WIB jenazah datang di Pondok Pesantren Putri Al-Fattah untuk disalatkan. Tampak KH. Umar Hasanuddin yang memberikan ceramah terakhir dan juga Habib Abdullan Bin Salim, serta ratusan santri dan juga masyarakat umum yang turut serta mensalatkan dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum dan menghantarkan almarhum ke peristirahatan terakhirnya.

Untuk diketahui, selama tiga bulan terakhir sosok almarhum KH. Achmad Farihin Muhsan mengalami sakit komplikasi yang mengharuskan almarhum sebelum meninggalnya harus melakukan cuci darah rutin.

KH. Umar Hasanuddin yang hadir dalam ceramahnya juga mengatakan, bahwa kesan yang melekat terhadap sosok almarhum yakni terkait ketegasannya dalam menegakkan syariat Islam.

"Almarhum benar-benar tegas menjalankan syariat Islam. Dalam memberikan pendapat, sosok almarhum paling hati-hati. Semasa waktu almarhum masih hidup hanya digunakan untuk mengajar, ta'lim dan beribadah," ujarnya sambil terisak dalam tangisan haru pada proses memberikan ceramah, Senin (29/6/2020).

Baca Juga : Hilangkan Kesan Seram, Makam di Madiun Ini Dicat Warna-warni

 

Jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga yang terletak di dalam Pondok Pesantren Putri Salafiyah Al-Fattah di Jalan Sidoagung nomor 121 Singosari, Kabupaten Malang sekitar pukul 16.00 WIB.

Semua masyarakat yang hadir turut mendoakan agar almarhum meninggal dengan husnul khotimah, serta seluruh perjuangan dan pengorbanan beliau dalam menegakkan syariat Islam dapat menjadi amal jariyah bagi almarhum kelak.