Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang, Chusni Mubarok saat memberikan pemaparan dalam suatu acara. (Foto: Instagram chusnibootes)
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang, Chusni Mubarok saat memberikan pemaparan dalam suatu acara. (Foto: Instagram chusnibootes)

DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Partai Gerindra Kabupaten Malang telah menjajaki komunikasi politik terhadap tiga poros kekuatan partai politik yang bakal bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020. 

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang, Chusni Mubarok mengatakan, bahwa pihaknya untuk saat ini terus melakukan komunikasi secara intens dengan seluruh partai politik di Kabupaten Malang. Khususnya pada tiga poros kekuatan partai politik yang semakin membuat tensi Pilkada Kabupaten Malang 2020 semakin memanas. 

Baca Juga : Perdana, Times Talk Bakal Berbincang dengan Bacalon Bupati Malang

"Semua partai. Sebenarnya ini sudah mengerucut, poros PDIP, poros PKB, dan poros Golkar. Tinggal kita lihat, titik keseriusan dari masing-masing poros ini. Terkait membangun komitmen dengan kami dan adanya bangunan kesamaan visi misi itu bisa sejalan dengan garis perjuangan organisasi," ungkapnya ketika dikonfirmasi oleh pewarta media ini, Senin (29/6/2020). 

Terkait keseriusan komitmen membangun komunikasi dengan Gerindra serta adanya kesamaan visi dan misi garis perjuangan yang nantinya bakal menjadi salah satu poin referensi yang akan dilaporkan kepada DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Jawa Timur (Jatim) dan DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Gerindra. 

Hingga hari ini, Chusni menuturkan, bahwa partainya masih terus melakukan komunikasi secara intens dengan partai-partai politik lainnya hingga awal Juli. Nantinya dari hasil komunikasi tersebut bakal dilakukan penggodokan dengan internal Partai Gerindra serta diserahkan ke tingkat DPD hingga DPP. 

Disinggung  adanya kabar bahwa Gerindra bakal membangun koalisi besar bersama Partai Golkar, Chusni tak menjawabnya pasti. 

"Itu sudah kabar dari dulu. Artinya kita masih memungkinkan berkoalisi dengan Golkar atau dengan PKB atau dengan PDIP. Yang pasti nanti kita lihat, di fase terakhir ini keseriusan komitmen untuk menang. Dari awal sudah saya sampaikan Gerindra di Pilkada ini akan terlibat aktif dan target kita menang," Jelas Chusni.

Gerindra akan terus mempertimbangkan dan memperhatikan pola gerakan dari tiga poros kekuatan partai politik pada fase-fase terakhir. Dengan melihat tingkat keseriusan  dari para calon maupun koalisi partai politik untuk membangun komitmen bersama dalam memperoleh kemenangan. 

"Maka kita lihat sampai dengan fase terakhir ini. Mana kekuatan koalisi maupun calon yang punya komitmen untuk menang Pilkada Kabupaten Malang yang akan kita dukung di Pilkada Kabupaten Malang," tegas pria yang juga pada Pileg 2019 merupakan Caleg DPR-RI Dapil Malang Raya. 

Baca Juga : Ketua DPRD Serahkan Hadiah Juara Lomba Esai Peringatan Hari Lahir Pancasila

Gerindra yang memiliki 7 kursi di DPRD (Dewan Rakyat Perwakilan Daerah) Kabupaten Malang melalui Chusni mem6gatakan, bahwa target dalam setiap Pilkada, instruksi dari DPP Gerindra dan Ketua Umum harus memperioritaskan kader. Setelah memetakan dan memahami pola gerak partai politik di Pilkada, baru kemudian dilakukan sinkronisasi dan harmonisasi kekuatan.

"Di Malang, kita intenskan komunikasi dalam rangka itu. Artinya kita harus realistis karena kita punya 7 kursi, sehingga harus berkoalisi. Entah mengusung pasangan calon yang diyakini berkomitmen dan punya visi misi sama dengan garis perjuangan kita. Atau kita juga bisa mengusung kader kita di tingkatan koalisi itu sendiri. Makanya harmonisasi ini yang sedang saya intenskan di minggu-minggu ini," bebernya. 

Sementara itu, sejak Bulan Oktober 2019 lalu, jajaran Gerindra Kabupaten Malang telah proaktif untuk melakukan penjajakan komunikasi dengan empat poros besar pada saat itu, yang hingga kini mengerucut pada tiga poros kekuatan partai politik.

"Dari awal kita sudah pro aktif. Kita jajaki komunikasi dengan PDIP, PKB, kemudian dengan poros NasDem, dan poros Golkar. Sampai hari ini kita juga proaktif. Saya sendiri membangun komunikasi dengan ketua-ketua partai yang ada di DPRD maupun non kursi di DPRD," pungkasnya.