KITAB INGATAN 67

Ilustrasi puisi (Istimewa)
Ilustrasi puisi (Istimewa)

BATUTIMES - Ekor Juli

*dd nana

1/

Tidak ada yang lurus dalam penciptaan

Karenanya kita kerap memimpikan lekukan dan kelokan 

Agar darah mengalir deras sesekali dalam tubuh

Dan kita sempurna mencitrakan bayangan Tuhan.

Tapi, terkadang itu menyakitkan, puan. Percayalah

Tubuh kerap meronta serupa tikus yang terjebak dalam kurungan

Dengan godaan remah-remah dunia. Dan mata kematian begitu lekat dan dekat.

Tapi Tuhan telah mencipta cinta, bukan ?

Menyiramkan gerimis ke tubuh-tubuh yang dibakar lekuk dan kelokan yang membuat jantungmu berdetak cepat.

Dan akhirnya membuatmu hidup, walau mata terbakar air mata

Dan jantungmu serupa adonan kue yang diolah begitu keras oleh jemari-jemari sang penciptanya.

Dan puisi.

Agar lekukan yang melenakan mata tak membuatmu bosan

Agar kelokan-kelokan menjadikan matamu awas serupa mata elang.

Tak ada yang lurus dalam penciptaan

Karena kita masih melata, karena kita diemban menjadi aktor bernama manusia.

2/

Tapi ada yang dicipta serupa angka nol

Sempurna dalam kerapuhannya yang nir-kehendak

Yang kerap kau bayangkan lebih agung dan tentunya misterius

Dan pernah bertanya-tanya dengan bisikan-bisikan :

"Kenapa Kau ciptakan makhluk rapuh yang akan merapuhkan bumi. Makhluk yang terus menerus mengurai lingkar kesempurnaan."

Maka Aku turunkan gerimis, di ekor-ekor musim yang kusebut cinta. Cinta yang bukan nol. Cinta yang akan melunakkan sesuatu yang aku benamkan pada raga-raga mereka.

"Itulah yang tidak akan membuat mereka menjadi nol. Karena nol sempurna adalah Aku adanya."

Para makhluk berwujud angka nol menyimak

Sunyi merembak dan titah pun bergema. Awal sebuah sengketa. Antara para pemilik ekor yang mendesis dan kita yang akhirnya akrab dengan tangisan.

3/

Ekor Juli menyibakkan gerimis

Butir-butir air mata terperangkap di dada para pencari yang

Menatap dedaunan mulai berwarna coklat tua, dan menunggu kematian dengan sikap sempurna.

Segala ada dimulai dengan awal dan akhir, maka jangan kau usik siklus itu dengan pertanyaan-pertanyaan.

Matahari pun semakin matang dan siap menggembleng ragamu untuk mengerti, ada hal-hal yang memang membutuhkan ketabahan.

Rasa nyeri yang ramai-ramai dihindari dengan segala upaya agar air mata tak perlu dijatuhkan.

Tapi, percayalah, tak ada ekor yang tetiba sampai

Sebelum kepala tertampakkan. Dan kisah-kisah diselesaikan lewat tanda titik : ekor yang kerap kau ingkari itu.

*Hanya penikmat kopi lokal

 

Editor : Redaksi
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->