Dukungan Netizen Dikucurkan untuk Rahil, Pihak UMM: Ini Murni Keteledoran Mahasiswa

Foto istimewa
Foto istimewa

BATUTIMES - Persoalan Rahil Hamdi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang terancam drop out (DO) karena masalah administrasi, masih hangat hingga saat ini.

Permasalahan ini viral di media sosial setelah kakak Rahil, Rea Handayani, menuliskannya dalam sebuah thread Twitter. Cuitan akun @malarea tersebut kini sudah di-retweet hingga sekitar 11 ribu orang.

https://twitter.com/malarea/status/1156460740401696768?s=19

Seperti yang diketahui, Rahil Hamdi, mahasiswa jurusan teknik informatika angkatan 2012 yang baru saja sidang skripsi di semester 14 dengan IPK terakhir 3,32, terancam DO karena masalah administrasi. Ia berstatus nonaktif karena lupa menginput "skripsi" ke dalam KRS semester 14. Namun, Rahil bisa menjalani proses pengerjaan skripsi hingga sidang.

Opini netizen pun beragam menanggapi hal ini. Ada yang memberi dukungan. Ada pula yang mencaci.

"Saya banyak dapat cercaan baik mention ataupun DM. Nggak papa, mungkin kalian memang gak bisa liat situasinya dari sudut pandang kami. Salah satu tujuan share ini di medsos juga untuk ngingetin untuk hati2, jangan sampai perkara administrasi bikin gagal lulus," tulis kakak Rahil, Rea, di akun Twitter-nya, @malarea.

Tetapi, tidak sedikit juga yang memberi dukungan kepada Rea, Rahil, dan seluruh keluarganya. "Semangat, Mbak. Semoga kampus & @Kemristekdikti bs memberi solusi. Sebab esensi pendidikan bkn cm soal prosedur administrasi, tapi jg tentang kemanusiaan, budi pekerti & nurani. Apalah arti lembaga pendidikan kalau malah menghancurkan masa depan krn keteledoran kedua belah pihak?" tulis @aidan_darwinds.

"Seharusnya pihak fakultas bisa turut serta memperjuangkan sampai ke rektorat. Coba hubungi Dekan fakultas, masa dekan fakultas diem aja, atau siapapun yg mempuni di fakultas agar bisa membantu memperjuangkan sampai ke rektorat sampai Pak Rektor tau," tulis @Sri_ramadhani23.

"Moga nggak sia sia ya mba. Masalahnya adalah : kalo misalkan menristek ngasih izin, pihak kampus harusnya bisa jalan dan ngubah itu ini kok malah D.O Ya Allah, semoga adeknya wisuda ya mba," tulis @darxdevils.

Sementara itu, pihak UMM menyatakan bahwa hal ini merupakan murni keteledoran mahasiswa. Dikatakan Kepala Humas UMM Joko Susilo, UMM sudah melakukan upaya preventif melalui berbagai kebijakan bagi mahasiswa semester lanjut.

Khusus angkatan 2012, setahun sebelum masa studi habis atau memasuki semester ke-12 sudah dipanggil dan dikumpulkan untuk diberi pengarahan. Mahasiswa juga membuat surat pernyataan kesanggupan lulus pada semester genap 2018/2019.

Di sisi lain, pihak fakultas dan program studi intensif melakukan upaya monitoring dan pemanggilan secara berkala. Jadi, kondisi yang dialami mahasiswa tersebut seharusnya tidak perlu terjadi apabila prosedur dan sistem administrasi diikuti.  

"Jadi ini betul-betul murni kelalaian, keteledoran, ketidakhati-hatian dari si mahasiswa yang bersangkutan," tandas Joko.

Joko menjelaskan, saat ini pihak UMM masih terus berkoordinasi dengan pihak Kemenristek Dikti. "Kami upayakan proses terus dengan berbagai pihak karena ini kan berkaitan dengan sistem sebetulnya. Sistem yang ada di UMM kalau sudah terkait dengan status kemahasiswaan itu kan terintegrasi dengan sistem dikti," jelasnya.

Nah, yang jadi pokok persoalan, tidak bisa diketahui apakah persoalan ini akan beres sebelum tenggat waktu untuk semester genap (dalam hal ini semester 14 bagi mahasiswa tersebut) usai.

Joko menyatakan, apabila berurusan dengan Kemenristek Dikti, prosesnya tidaklah sederhana. Apalagi ini mengubah data dari nonaktif menjadi aktif.

"Kita berharap segala sesuatunya bisa berjalan dengan baik. Tetapi kan karena UMM bukan pembuat keputusan akhir dan ada sistem yang lebih besar lagi, maka kita lihat situasinya nanti," pungkasnya.

 

 

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->